SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dermaga penyeberangan di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga kini masih menghadapi kendala relokasi meski baru saja direhabilitasi.
Permasalahan utama terletak pada status aset dermaga di wilayah Sampit yang masih dimiliki oleh Inhutani.
Camat Seranau Dwi Kushendro mengatakan bahwa pihak kecamatan bersama instansi terkait terus mengupsyakan solusi agar aktivitas penyeberangan masyarakat tidak terganggu.
“Dermaga penyeberangan di Seranau sudah direhab, yang jadi kendala dermaga di Sampit sebab aset punya Inhutani. Saat ini kami masih berupaya bersama Dinas Perhubungan untuk direlokasi,” ujar Dwi Kushendro, Senin (26/1/2026).
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi terakhir, lokasi pengganti dermaga penyeberangan di wilayah Sampit sebenarnya sudah disiapkan kan. Namun demikian, posisi pasti lokasi tersebut masih menunggu kepastian lebih lanjut dari pihak terkait.
“Untuk dermaga penyeberangan di Sampit, informasinya kemarin sudah ada lokasi, hanya saja kami belum menerima kepastian detail letaknya di mana,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi dermaga feri di Seranau saat ini telah mengalami peningkatan fasilitas. Rehabilitasi yang dilakukan meliputi perbaikan lantai drmaga, pengecatan, serta penambahan penerangan untuk menunjang keselamatan pengguna jasa penyeberangan.
Selain itu, untuk rencana pembangunan dermaga permanen di Seranau, Dwi mengungkapkan bahwa lojkasi sudah ditetapkan, yakni di ujung Kampung Hulu, tidak jauh dari posisi dermaga yang ada saat ini.
“Di Seranau lokasinya sudah jelas, di ujung Kampung Hulu. Badan jalannya juga sudah ada, tinggal realisasi pembangunan dermaga permanen,” tambahnya.
Dermaga penyeberangan Seranau–Sampit selama ini menjadi infrastruktur vital yang menunjang mobilitas warga, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial.
Pemerintah daerah berharap persoalan aset dapt segera diselesaikan agar relokasi dan pembangunan dermaga permanen dapat direalissikan demi pelayanan transportasi sungai yang lebih aman dan layak bagi masyarakat. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor