SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Siang yang terik bisa jadi waktu paling tepat untuk menikmati sepiring rujak ketupat Madura, apalagi jika disantap di tepi sawah dengan angin semilir dan pemandangan hijau yang menyejukkan mata.
Itulah sensasi yang ditawarkan Rujak Madura Tepi Sawah di Jalan Bumi Ayu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kalimantan Tengah.
Warung sederhana milik Bi Ani ini hanya buka dua kali dalam sepekan, yakni Rabu siang dan Minggu siang. Namun soal rasa, jangan ragukan.
Saus kacangnya yang legit, gurih, dan sedikit pedas berpadu sempurna dengan sayur rebus, dan potongan ketupat. Cita rasa khas rujak ala Madura ini benar-benar memanjakan lidah.
Yang membuatnya semakin istimewa, pengunjung bisa menikmati rujak di gazebo bambu kecil di tepi areal persawahan.
Sambil menyantap, mata dimanjakan oleh hamparan kebun sayur milik warga yang menghijau sejauh pandangan. Nuansa alami dan suasana pedesaan yang damai membuat pengalaman kuliner ini jadi lebih berkesan.
Tak hanya itu, rujak ini menyuguhkan mihun besar jenis mihun khas Madura yang jarang ditemukan di daerah lain.
Teksturnya kenyal dan menyerap bumbu kacang dengan sempurna. Kombinasi unik ini menjadikan sajian Bi Ani berbeda dari rujak kebanyakan.
“Alhamdulillah, banyak pelanggan yang datang karena suka suasananya. Ada yang dari kota juga, datang khusus pas hari buka,” kata Bi Ani, pemilik warung, Ahad (20/7/2025).
Dengan harga yang ramah di kantong, yakni cuma Rp 10 ribu per porsi, rasa yang tak kalah dengan rujak di Pulau Madura, warung ini mulai jadi incaran para pecinta kuliner khas Nusantara, khususnya di Sampit dan sekitarnya.
Jadi, kalau sedang berada di Sampit, jangan lewatkan pengalaman mencicipi rujak tepi sawah yang menggoda ini. Tapi ingat, jangan salah hari, karena warung ini hanya buka Rabu dan Minggu siang. Siap-siap antre, ya! (*)
Editor : Slamet Harmoko