Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat Kondisi Lampu Terowongan Nur Mentaya saat Ini

A
Penulis: Abdi RS❯
Nampak Lampu Hias di Terowongan Nur Mentaya Sampit, yang sudah padam, Senin (22/7) malam. (Abdi/radarsampit)
Nampak Lampu Hias di Terowongan Nur Mentaya Sampit, yang sudah padam, Senin (22/7) malam. (Abdi/radarsampit)

Advertisement

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Sebagai warga Kabupaten Kotawaringin Timur yang selama ini rutin melintas di Jalan Tjilik Riwut, Sampit, kawasan Terowongan Nur Mentaya, merasa lampu-lampu hias mulai tak seindah beberapa tahun lalu. Jika memperhatikan mulai banyak lampu yang telah padam.

Senin (22/7) malam, didapati sekitar 33 tiang lampu yang padam, dari total 172 tiang lampu.Hal itu ketika dihitung berapa jumlah tiang lampu yang padam, dimulai dari Lampu merah dekat persimpangan Jalan Tjilik Riwut-Wengga Metropolitan, sampai ujung lampu Terowongan Nur Mentaya, tepatnya didepan SPBU Samekto.

Advertisement

Kondisi itu nampak ironis, seakan tidak ada upaya perbaikan. Kendati demikian, sejumlah usaha caffee dan warung-warung kecil masih tampak ramai dikunjungi, menghidupkan kawasan yang kini jadi salah satu Ikon Kota Sampit itu.

"Padahal dulu Terowongan Nur Mentaya ini sangat indah saat malam hari. Semua lampunya menyala, tidak ada yang padam. Sangat disayangkan kalau sekarang banyak yang padam. Mudah-mudahan ada pengecekan dan pemeliharaan dari dinas terkait, karena pembangunan kawasan ini menelan anggaran miliaran rupiah," ujar Manalu, salah seorang warga, Kecamatan Baamang, mengomentari kondisi itu.

Selain persoalan lampu penerangan, warga juga menyoroti rusaknya sejumlah fasilitas pendukung di kawasan tersebut. Beberapa ornamen etnik khas Dayak berupa Telawang nampak hilang. Selain itu sejumlah pot tanaman di sepanjang jalan tampak pecah dan mengalami kerusakan yang diduga akibat ulah tangan-tangan tidak bertanggung jawab.

"Mas itu lo..mas, ornamen telawang banyak yang hilang, bingung juga itu yang ngambil buat apa ya. Fasilitas umum kok dirusak, ada ada saja kelakukan orang, dikasih tempat bagus, malah dirusak, " ungkap Santi, warga lainnya.

Sebagai warga, mereka pun berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan terhadap lampu penerangan yang padam, sekaligus meningkatkan pengawasan agar fasilitas umum di kawasan Terowongan Nur Mentaya tetap terawat dan tidak menjadi sasaran aksi vandalisme (tindakan sengaja merusak, menghancurkan, atau mencoret-coret properti umum maupun pribadi tanpa izin).

Sebagai informasi, penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Terowongan Nur Mentaya pertama kali diresmikan oleh Bupati Kotawaringin Timur  Halikinnor pada 10 Desember 2022, sedangkan kawasan tersebut dibuka untuk umum pada 7 Januari 2023.

Pembangunan kawasan itu menggunakan anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari APBD Kabupaten Kotawaringin Timur. (abd/gus)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Wajah Baru Nur Mentaya: Destinasi Favorit Warga Sampit Berburu Keringat Jelang Senja!

Wajah Baru Nur Mentaya: Destinasi Favorit Warga Sampit Berburu Keringat Jelang Senja!

Setiap sore, kawasan Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut kilometer 1 berubah menjadi lintasan favorit bagi warga yang ingin berolahraga

Warga Baamang Keluhkan PJU Padam

Warga Baamang Keluhkan PJU Padam

Beberapa warga di wilayah Kecamatan Baamang, Sampit, mengeluhkan kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam, di jalan Muchran Ali

Jalan Tjilik Riwut Ujung Landasan Pacu Bandara Ditutup Permanen, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Jalan Tjilik Riwut Ujung Landasan Pacu Bandara Ditutup Permanen, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Jalan Tjilik Riwut di ujung landasan pacu (runway) 13 Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), resmi ditutup permanen,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer