Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selisih Harga Cukup Tinggi, Konsumen BBM Industri Beralih ke SPBU

M
Penulis: M. Akbar❯
Ilustrasi antrean kendaraan truk ingin mengisi BBM Non-Subsidi di SPBU. (olahan AI)
Ilustrasi antrean kendaraan truk ingin mengisi BBM Non-Subsidi di SPBU. (olahan AI)

Advertisement

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pertamina Patra Niaga memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), meski antrean kendaraan sempat terjadi di sejumlah SPBU.

Lonjakan permintaan, terutama dari konsumen industri yang beralih ke SPBU, disebut menjadi penyebab utama kondisi tersebut.

Advertisement

Penegasan itu disampaikan Pengawas Operasional Depot Pertamina Patra Niaga Sampit, Afif, usai pertemuan dengan Komisi II DPRD Kotim, Senin (20/4). Ia menegaskan pasokan BBM di wilayah Kotim dan sekitarnya tetap dalam kondisi aman.

“Pemberitaan soal stok kosong di SPBU itu tidak benar. Permintaannya saja yang meningkat,” ujarnya.

Afif menjelaskan, peningkatan permintaan dipicu selisih harga yang cukup tinggi antara BBM industri dan BBM yang dijual di SPBU. Harga BBM untuk sektor industri disebut mencapai Rp30.000 hingga Rp34.000 per liter, sehingga sebagian pelaku industri memilih mengisi BBM di SPBU.

Advertisement

“Karena selisih harga yang tinggi, konsumen industri beralih ke SPBU. Padahal sesuai aturan, SPBU diperuntukkan bagi masyarakat umum, bukan untuk konsumen industri,” terangnya.

Kondisi ini terjadi di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi. Saat ini, harga Pertamax Turbo mencapai Rp19.850 per liter dari sebelumnya sekitar Rp13.350.

Dexlite naik menjadi Rp24.150 per liter dari kisaran Rp14.500, dan Pertamina Dex menjadi Rp24.450 per liter dari sebelumnya sekitar Rp14.800. Sementara itu, harga BBM bersubsidi tetap, yakni Pertalite Rp10.000 per liter, solar subsidi Rp6.800 per liter, serta Pertamax Rp12.600 per liter.

Meski terjadi lonjakan permintaan, Pertamina memastikan distribusi BBM ke SPBU tetap berjalan normal. Bahkan, pasokan yang disalurkan kerap melebihi kuota harian yang telah ditetapkan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

RDP Dewan Tak Mempan, Antrean BBM di Kotim Malah Makin Parah

RDP Dewan Tak Mempan, Antrean BBM di Kotim Malah Makin Parah

RDP tak mempan, antrean BBM di Kotim makin parah dan seolah tak ada solusi

Hadapi Kebutuhan BBM yang Meningkat, Kotim Dapat Sinyal Tambahan Kuota 3 Persen

Hadapi Kebutuhan BBM yang Meningkat, Kotim Dapat Sinyal Tambahan Kuota 3 Persen

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat sinyal penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) sekitar 3 persen untuk triwulan IV

Masyarakat Seruyan Diminta Tetap Tenang di Tengah Sulitnya Beli BBM

Masyarakat Seruyan Diminta Tetap Tenang di Tengah Sulitnya Beli BBM

Pemerintah Kabupaten Seruyan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian BBM bersubsidi secara berlebihan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer