Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Ancaman Karhutla, Pemkab Kotim Sinergi hingga Tingkat Desa

Yuni Pratiwi Iskandar
RAKOR: Rapat koordinasi penanganan Karhutla dan Bencana Kekeringan yang dipimpin Pj Sekda Kotim Umar Kaderi, Selasa (7/4/2026). YUNI/RADAR SAMPIT
RAKOR: Rapat koordinasi penanganan Karhutla dan Bencana Kekeringan yang dipimpin Pj Sekda Kotim Umar Kaderi, Selasa (7/4/2026). YUNI/RADAR SAMPIT

Advertisement

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Belajar dari pengalaman pahit tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini guna mencegah bencana serupa terulang.

Advertisement

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Umar Kaderi mengingatkan bahwa karhutla dan kekeringan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan.

“Kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, hingga gangguan kesheatan masyarakat akibat kabut asap menjadi damoak nyata yang kita rasakan. Bahkan aktivitas transportasi dan ketahanan pangan ikut terganggu,” ujarnya.

Advertisement

Ia menyinggung kejadian pada tahun 2015, 2019, dan 2023 sebagai peringatan serius. Pada periode tersebut, karhutla menyebabkan kerugian besar, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan masyarakat, terutama meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Menurut Umar, upaya penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi kuat antara seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha hingga masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua stakeholder harus bergerak bersama, dari tingkat kabupaten hingga desa,” tegasnya.

Ia pun meminta seluruh unsur terkait seperti TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api dan tim reaksi cepat perusahaan untuk terus meningkatkan koordinasi dalam pencegahan dan mitigasi bencana.

Selain itu, kesiapan peralatan juga menjadi perhatian utama. Seluruh petugas diminta memastikan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla dalam kondisi siap digunakan kapan saja.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Air Ledeng di Sampit Payau, Air Tanah Diburu sampai Harga Naik sampai Puluhan Persen

Air Ledeng di Sampit Payau, Air Tanah Diburu sampai Harga Naik sampai Puluhan Persen

Di tengah cuaca kering yang belum kunjung mereda, warga berburu air isi ulang yang rasanya tetap segar dan harga naik sampai puluhan persen

Wabup Kotim Irawati Minta Camat Turun Langsung Cek Kondisi Warga di Tengah Karhutla dan Kekeringan

Wabup Kotim Irawati Minta Camat Turun Langsung Cek Kondisi Warga di Tengah Karhutla dan Kekeringan

Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati meminta para camat lebih aktif turun ke lapangan memantau kondisi masyarakat di wilayahnya

Minggu Kedua September, Kotim Memasuki Puncak Musim Kemarau

Minggu Kedua September, Kotim Memasuki Puncak Musim Kemarau

Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih berada puncak musim kemarau.Kondisi kering diprakirakan bertahan hingga akhir September

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer