Waspada Ancaman Karhutla, Pemkab Kotim Sinergi hingga Tingkat Desa


SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Belajar dari pengalaman pahit tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini guna mencegah bencana serupa terulang.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Umar Kaderi mengingatkan bahwa karhutla dan kekeringan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan.
“Kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, hingga gangguan kesheatan masyarakat akibat kabut asap menjadi damoak nyata yang kita rasakan. Bahkan aktivitas transportasi dan ketahanan pangan ikut terganggu,” ujarnya.
Ia menyinggung kejadian pada tahun 2015, 2019, dan 2023 sebagai peringatan serius. Pada periode tersebut, karhutla menyebabkan kerugian besar, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan masyarakat, terutama meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Baca Juga: LDII Kotim Ikuti Munas X via Daring. Bahas Penguatan Kebangsaan sebagai Respons Krisis Global
Menurut Umar, upaya penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi kuat antara seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha hingga masyarakat.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua stakeholder harus bergerak bersama, dari tingkat kabupaten hingga desa,” tegasnya.
Ia pun meminta seluruh unsur terkait seperti TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api dan tim reaksi cepat perusahaan untuk terus meningkatkan koordinasi dalam pencegahan dan mitigasi bencana.
Selain itu, kesiapan peralatan juga menjadi perhatian utama. Seluruh petugas diminta memastikan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla dalam kondisi siap digunakan kapan saja.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




