Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pilah Sampah Rumah Tangga Selama Bulan Ramadan

Yuni Pratiwi Iskandar
DEPO SAMPAH: Aktivitas petugas kebersihan di Depo Sampah Sehati 04, Kecamatan Baamang, Sampit, Senin (16/2/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
DEPO SAMPAH: Aktivitas petugas kebersihan di Depo Sampah Sehati 04, Kecamatan Baamang, Sampit, Senin (16/2/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat mulai memilah sampah dari sumbernya, terutama selama bulan Ramadan.


Advertisement

Peningkatan aktivitas rumah tangga pada periode tersebut berpotensi menyebabkan lonjakan volume sampah jika tidak diimbangi kesadaran pengelolaan yang baik.

Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat sebagai penghasil sampah.

“Gerakan pilah sampah sudah sering kami sosialisasikan, terutama melalui media sosial. Kami berharap media juga membantu mengedukasi masyarakat, karena sampah tidak akan pernah selesai jika hanya ditangani pemerintah. Setiap orang adalah penghasil sampah, sehingga penyelesaiannya harus dimulai dari masing-masing sumber,” ujarnya.

Advertisement

Ia menegaskan, momentum Ramadan dan Idulfitri seharusnya menjadi pendorong bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dengan memilah sampah sejak dari rumah, jumlah sampah yang masuk ke depo dan tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan.

Marjuki menargetkan, ke depan hanya sekitar 30 persen sampah yang dikirim ke depo berasal langsung dari sumbernya. Sisanya, sekitar 70 persen diharapkan dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat, misalnya melalui pengomposan atau pemanfaatan ulang.

“Nantinya dari depo-depo, minimal 10 persen sampah dapat diolah kembali. Harapan kita, sampah yang benar-benar sampai ke TPA hanya sekitar 10 persen saja,” sebutnya.

Advertisement

Ia mengungkapkan, kondisi TPA saat ini terus mendapat perhatian dan pengawasan ketat. Pemerintah daerah telah melakukan pembenahan, termasuk menghentikan praktik pembuangan terbuka agar pengelolaan sampah lebih ramah lingkungan.

Meski demikian, volume sampah harian di Kotim masih tergolong tinggi, yakni mencapai sekitar 77 ton per hari atau setara 22 rit angkautan dari delapan depo sampah yang ada.

“Ini menunjukkan kita tidak boleh lengah. Karena itu, kami menargetkan depo-depo sudah bersih paling lambat pukul 12.00 setiap hari. Perbaikan terus kami lakukan secara bertahap,” katanya.

Melalui upaya tersebut, DLH berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga persoalan sampah dapat dikendalikan. Selain menjaga kebersiahan lingkungan selama Ramadan,

“Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah di daerah,” harapnya. (yn/fm) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cegah Karhutla Merembet ke Permukiman, Damkar Kotim Minta Warga Bersihkan Semak 10 Meter dari Rumah

Cegah Karhutla Merembet ke Permukiman, Damkar Kotim Minta Warga Bersihkan Semak 10 Meter dari Rumah

Disdamkarmat Kotim mengimbau warga membersihkan semak belukar di sekitar rumah, terutama di kawasan pinggiran dan perumahan.

Masyarakat Kotim Perlu Lingkungan Hunian Layak

Masyarakat Kotim Perlu Lingkungan Hunian Layak

Peraturan Daerah (Perda) tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kabupaten Kotim harus bisa mewujudkan lingkungan hunian yang layak

Kemarau Tiba, Stop Bakar Sampah! Cegah Karhutla

Kemarau Tiba, Stop Bakar Sampah! Cegah Karhutla

DLH Kotim mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer