Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Optimalkan Kampung KB, Satukan Peran Faskes dan Penyuluh

Yuni Pratiwi Iskandar
PELAYANAN: Kegiatan Koordinasi  Faskes dan Penguatan Kampung KB Tingkat Kecamatan pada Kamis (18/12/2025). FOTO: DPPPAPPKB KOTIM/RADAR SAMPIT
PELAYANAN: Kegiatan Koordinasi Faskes dan Penguatan Kampung KB Tingkat Kecamatan pada Kamis (18/12/2025). FOTO: DPPPAPPKB KOTIM/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Upaya memperkuat layanan Keluarga Berencana (KB) sekaligus mengoptimalkan peran Kampung KB di tingkat kecamatan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 


Advertisement

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) digelar kegiatan koordinasi pelayanan KB di fasilitas kesehatan (faskes) serta penguatan Kampung KB, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi antara fasilitas kesehatan, penyuluh KB, dan kelompok kerja Kampung KB agar pelayanan KB di msyarakat berjalan lebih terarah dan terintegrasi.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas PPPAPPKB Kotim yang diwakili Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB, Yulia Kartika Sari.

Advertisement

Dalam arahannya, Yulia menekankan bahwa keberhasilan program KB tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh kerja sama lintas sektor, termasuk peran aktif Kampung KB sebagai ujung tombak di tingkat desa dan kelurahan.

Pemutakhiran serta pemanfatan data kependudukan disebut menjadi di kunci dalam perencanaan program yang tepat sasaran.

Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 50 tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas kesehatan, termasuk bidan, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta penanggung jawab KB di faskes. Selain itu, turut hadir 10 peserta dari Pokja Kampung KB dan Penyuluh KB (PKB).

Advertisement

Materi pertama disampaikan oleh Asnaniyah yang mengulas pelayanan KB serta penguatan Rumah Data Kependudukan atau Rumah Dataku.

Ia menegaskan pentingnya peran faskes dan Kampung KB dalam mmperluas akses layanan KB sekaligus menjadikan data sebagai dasar pengambilan kebijakan dan evaluasi program.

Sementara itu, Denni Nuari memaparkan gambaran umum cakupan Sistem Informasi Keluarga (SIGA) tahun 2025. Dalam paparannya, disoroti capaian ynga telah diraih, berbagai tantangan di lapangan, serta urgensi ketepatan dan kelengkapan pelaporan data KB melalui SIGA.

Melalui kegiatan koordinasi ini, PPPAPPKB Kotim berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pmerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan Kampung KB di tingkat kecamatan, sehinga pelayanan KB di Kabupaten Kotim dapat berjalan semakin optimal dan berbasis data yang akurat. (yn/fm) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kampung KB Tak Sekadar Seremonial, DPRD Kotim Dorong Perda agar Program Berkelanjutan

Kampung KB Tak Sekadar Seremonial, DPRD Kotim Dorong Perda agar Program Berkelanjutan

DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur mendorong penguatan program Kampung Keluarga Berkualitas melalui regulasi setingkat peraturan daerah

Kampung KB di Kotim Diperkuat, Jadi Pusat Layanan Kesehatan Keluarga dan Pendampingan Masyarakat

Kampung KB di Kotim Diperkuat, Jadi Pusat Layanan Kesehatan Keluarga dan Pendampingan Masyarakat

Kotim memperkuat peran Kampung Keluarga Berkualitas sebagai pusat integrasi layanan keluarga berencana (KB), kesehatan reproduksi

Pemkab Gunung Mas Bina Kampung KB di Empat Kecamatan

Pemkab Gunung Mas Bina Kampung KB di Empat Kecamatan

Pemkab Gunung Mas (Gumas) melaksanakan pembinaan terpadu Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di sejumlah desa yang tersebar di empat kecamatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer