Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jumat Subuh Mencekam, Piton Kembali Tebar Teror, Kepergok Mangsa Ternak Warga

Dodi Abdul Qadir • Jumat, 28 November 2025 | 21:13 WIB
TEROR ULAR : Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya saat melakukan penanganan ular piton di Jalan Merapi, Bukit Hindu, Jumat (28/11/2025) FOTO: DAMKAR PALANGKA RAYA/RADAR SAMPIT
TEROR ULAR : Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya saat melakukan penanganan ular piton di Jalan Merapi, Bukit Hindu, Jumat (28/11/2025) FOTO: DAMKAR PALANGKA RAYA/RADAR SAMPIT

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Suasana tenang permukiman warga Jalan Merapi, Bukit Hindu, Palangka Raya mendadak mencekam, Jumat subuh (28/11/2025).

Seekor ular piton sepanjang sekitar empat meter masuk ke kandang ternak milik warga dan sempat melahap satu ekor ayam peliharaan.

Bukan hanya ukuran ular yang besar mengejutkan, melainkan drama yang terjadi setelahnya. Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya terpeksa mengerahkan seluruh kekuatan personel, lantaran ular sempat melakukan perlawanan.

Koordinator Tim Rescue, Sucipto mengatakan, awalnya pemilik kandang terbangun karena suara kegaduhan kaget melihat piton tengah menggulung ayamnya.

Spontan ia berteriak. Keributan itu membuat sang piton memuntahkan kembali ayam yang sudah separuh tertelan sebelum melarikan diri ke arah belakang kandang. Warga yang ketakutan mengaku tak sanggup mengamati ke mana ular itu pergi.

Lalu, lanjut Sucipto, dalam kondisi panik, pelapor bingung harus menghubungi siapa. Setelah mendapat informasi bahwa kejadian seperti ini dapat ditangani Damkar, ia langsung melapor kepada Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya.

“Maka itu saya bersama anggota langsung bergerak menuju lokasi. Begitu laporan masuk, kami langsung menuju tempat kejadian karena ular berukuran seperti itu sangat berisiko bagi warga,” ujarnya.

Kata  Sucipto, setiba di rumah pelapor, tim menggali informasi titik terakhir ular terlihat. Meski ular sudah tak tampak, pencarian tetap dilakukan dengan APD lengkap, peralatan penangkap ular, dan perlengkapan pendukung lainnya. Pengalaman menjadi kunci, sebab piton besar biasanya bersembunyi di tempat lembap dan gelap.

Pencarian dilakukan perlahan sekitar 15 menit. Ketegangan pecah ketika tim melihat sebagian tubuh ular dengan corak kulit yang khas. Tanpa menimbulkan kegaduhan yang bisa memicu gerakan agresif, tim langsung membagi peran. Beberapa anggota mengalihkan perhatian, sementara yang lain bergerak mengamankan ular.

Tak butuh waktu lama, tubuh besar piton akhirnya dapat dikendalikan. Hewan tersebut kemudian dimasukkan ke karung tebal untuk menghindari risiko selama proses evakuasi.

 “Setelah dipastikan aman, ular kami lepaskan kembali ke alam bebas yang jauh dari pemukiman warga. Hal ini dilakukan agar satwa tersebut tetap dapat hidup sebagaimana mestinya tanpa mengancam keselamatan warga,” tegasnya.

Sucipto mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan satwa liar berbahaya. Penanganan cepat dan tepat dapat mencegah potensi ancaman, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. ”Sama-sama kita jaga lingkungan,” imbaunya. (daq/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#ular piton #PALANGKA RAYA #mangsa ternak #damkar