Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

 Usai Hujan, Udara Lamandau Kembali Segar

Ria Mekar Anggreany
Udara di Kota Nanga Bulik kembali sejuk setelah diguyur hujan pada Kamis (29/10) sore.  (Ria/Radar Sampit)
 Udara di Kota Nanga Bulik kembali sejuk setelah diguyur hujan pada Kamis (29/10) sore.  (Ria/Radar Sampit)

Advertisement

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lamandau dalam beberapa hari terakhir membuat kondisi udara berangsur membaik. Pada Kamis (29/10/2026), kabut asap dan bau menyengat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya mengganggu aktivitas warga mulai menghilang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah ruas jalan di Nanga Bulik kembali terasa sejuk dan nyaman. Warga pun dapat beraktivitas di luar rumah tanpa terganggu kabut asap seperti hari-hari sebelumnya.

Advertisement

Salah seorang warga Nanga Bulik, Wira, mengaku bersyukur karena udara kembali segar. Sebelumnya, kabut asap cukup mengganggu, terutama saat berkendara di jalan raya.

“Alhamdulillah, hari ini udaranya terasa jauh lebih segar. Kemarin-kemarin sempat sesak dan tercium bau menyengat saat berkendara. Sekarang sudah jauh lebih nyaman untuk beraktivitas,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga dirasakan para pedagang kaki lima. Udara yang lebih sejuk membuat aktivitas berjualan di luar ruangan lebih nyaman dan pembeli bisa kembali menikmati jajanan tanpa terganggu asap.

Advertisement

“Sangat bersyukur, hari ini udaranya sejuk sekali. Kalau kemarin saat ada kabut asap, mata terasa pedih dan pembeli sepi. Sekarang udaranya enak, warga yang membeli pentol juga lebih nyaman untuk nongkrong,” kata Bejo, salah seorang pedagang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau Hendikel mengatakan, hujan yang mengguyur wilayah tersebut berdampak positif terhadap penanganan karhutla. Berdasarkan hasil pemantauan, tidak ditemukan titik api di Lamandau pada Kamis (29/10/2026).

“Untuk hari ini di Lamandau tidak ada titik api. Sudah dua hari terakhir tim Satgas Karhutla bisa sedikit beristirahat dari kegiatan pemadaman. Namun, kami tetap waspada dan siaga di posko,” ungkap Hendikel.

Meski kondisi udara membaik dan titik api tidak terpantau, Hendikel mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Warga diminta tidak membakar lahan sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran kembali, terutama saat cuaca panas dan kering.

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dua Hari Diguyur Hujan, Kualitas Udara di Palangka Raya masih Berbahaya

Dua Hari Diguyur Hujan, Kualitas Udara di Palangka Raya masih Berbahaya

Suasana Kota Palangka Raya di sekitar kawasan Bundaran Telang dan Jalan Tjilik Riwut, Rabu (28/10) terlihat cerah dan tidak berkabut

Hujan Lebat Guyur Kotim, Pemadaman Karhutla Terbantu, Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut

Hujan Lebat Guyur Kotim, Pemadaman Karhutla Terbantu, Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut

Hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Rabu (28/10/2026) pagi

Kabut Asap di Sampit Berangsur Hilang Usai Hujan, Tapi Maskapai masih Batalkan Penerbangan

Kabut Asap di Sampit Berangsur Hilang Usai Hujan, Tapi Maskapai masih Batalkan Penerbangan

Kepala Bandara H. Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan operasional penerbangan untuk sementara belum dibuka kembali. Pihak bandara masih men

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer