KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Meningkatnya potensi konflik antara masyarakat dan investor di Kabupaten Seruyan mendapat perhatian serius dari Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad), Senin (9/3/2026).
Ketua Batamad Seruyan sekaligus anggota DPRD Seruyan Citra Yudha mengimbau, masyarakat agar tidak gegabah dalam menyikapi sengketa, terutama yang terkait investasi di daerah. Ia menegaskan, setiap konflik harus diselesaikan melalui mekanisme yang tepat dan sesuai hukum.
“Tindakan emosional justru berpotensi memperbesar masalah dan memicu konflik baru di tengah masyarakat,” ujar Citra.
Citra menekankan pentingnya penyelesaian sengketa berbasis lokal. Pendekatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga perusahaan, sehingga solusi yang dihasilkan dapat diterima semua pihak.
“Harapan kami, setiap persoalan atau sengketa dapat diselesaikan melalui mekanisme penyelesaian sengketa berbasis lokal,” kata Citra.
Selain itu, Citra mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi yang dapat memperkeruh situasi. Banyak persoalan yang masih bisa diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.
“Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan secara baik-baik justru berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat sekaligus tokoh masyarakat, Citra berharap semua pihak menahan diri dan mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan sengketa lahan yang terjadi.
Ia juga menekankan bahwa potensi konflik tidak hanya terjadi di sektor perkebunan, tetapi bisa muncul di sektor kehutanan maupun bidang investasi lainnya. Oleh karena itu, Citra mengingatkan para investor untuk menghormati kearifan lokal dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat.
“Investor yang ada di Seruyan juga harus menghormati kearifan lokal. Dengan begitu, hubungan antara masyarakat dan perusahaan bisa tetap harmonis,” pungkasnya. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno