Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mobil Pusling Sambangi Sekolah di Kuala Pembuang

M. Rifani Dewantara • Jumat, 6 Februari 2026 | 21:16 WIB
LITERASI: Layanan mobil perpustakaan keliling (pusling) menyambangi SDN 1 Pematang Panjang, Seruyan, Jumat (6/2/2026). FOTO: RIFANI/RADAR SAMPIT
LITERASI: Layanan mobil perpustakaan keliling (pusling) menyambangi SDN 1 Pematang Panjang, Seruyan, Jumat (6/2/2026). FOTO: RIFANI/RADAR SAMPIT

KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan melalui Bidang Perpustakaan menggelar layanan mobil Perpustakaan Keliling (Pusling), sekaligus pembinaan pengelolaan perpustakaan di SDN 1 Pematang Panjang, Jumat (6/2/2026).

Tak sekadar membawa buku, kedatangan pusling juga dibarengi pembinaan langsung pengelolaan perpustakaan sekolah agar lebih tertata dan aktif dimanfaatkan.

Kegiatan dipimpin Kepala Bidang Perpustakaan Rusidah. Kehadiran mobil perpustakaan keliling langsung menarik perhatian para siswa. Mereka tampak antusias memilih dan membaca berbagai koleksi yang tersedia, mulai dari buku cerita anak, pengetahuan umum, hingga bacaan bergambar.

Layanan baca di tempat menjadi momen yang paling diminati. Sejumlah siswa terlihat duduk berkelompok sambil membuka buku pilihan mereka, sementara petugas mendampingi dan membantu mengenalkan ragam bacaan.

Rusidah mengatakan, selain layanan literasi untuk siswa, pihaknya juga memberikan pembinaan teknis kepada pihak sekolah.

“Pendampingan difokuskan pada penguatan administrasi perpustakaan, penataan koleksi, hingga strategi menghidupkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman dan berkelanjutan,” katanya.

Rusidah turut memberikan penjelasan terkait tata cara pengisian Instrumen Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Tahun 2026. Instrumen tersebut menjadi bagian penting dalam pemetaan kondisi literasi sekaligus dasar peningkatan kualitas layanan perpustakaan sekolah.

Ia menegaskan, perpustakaan sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kebiasaan membaca peserta didik. Karena itu, pengelolaannya perlu dirancang dengan baik agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku.

“Melalui layanan pusling dan pembinaan ini, kami ingin perpustakaan sekolah benar-benar hidup, aktif, dan dimanfaatkan secara optimal oleh siswa,” ujarnya.

Rusidah berharap program ini mampu mendorong tumbuhnya minat baca serta memperkuat peran perpustakaan sekolah di Seruyan.

“Pusling sebagai pusat literasi yang berjalan, konsisten dan berkelanjutan,” harapnya. (rdw/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#pusling #literasi #Kuala Pembuang #seruyan