radarsampitjawapos.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), telah menyalurkan 22.000 liter air bersih untuk membantu warga Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU).
Belum lama tadi sekitar dua pekan, warga desa setempat mengalami krisis air bersih, lantaran sumber air mereka yang tergantung dari Sungai Mentaya, rasanya berubah menjadi asin.
Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan lima unit mobil tangki dan menyasar 30 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung.
“Total ada 22.000 liter air bersih yang kami salurkan. Terdiri dari tiga mobil tangki berkapasitas 4.000 liter dan dua mobil tangki berkapasitas 5.000 liter,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Kamis (29/1).
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan surat permohonan dari Camat Mentaya Hilir Utara Muslih dan Kepala Desa Bagendang Permai Kuryadi, tertanggal 26 Januari 2026 yang ditujukan ke BPBD Kotim.
Multazam menambahkan, pihaknya juga menerima permohonan serupa dari Desa Regei Lestari, Kecamatan Teluk Sampit.
“Ada permohonan juga dari Desa Regei Lestari sekitar 20.000 liter untuk 77 KK. Rencananya besok (red: Jumat (31/1) akan kami distribusikan. Jadi kami siapkan pengisian ulang dan penambahan BBM,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bagendang Permai Kuryadi mengatakan bantuan air bersih telah diterima warga di RT 1 RW 1 Jalan Anang Asran serta 15 KK warga di Jalan HM Arsyad Km 28.
“Alhamdulillah warga kami sudah menerima bantuan sesuai permohonan ke BPBD,” kata Kuryadi.
Menurut Kuryadi, krisis air bersih terjadi karena sudah lebih dari dua minggu wilayah tersebut tidak diguyur hujan. Kondisi diperparah dengan air sungai yang menjadi asin sehingga tidak layak dikonsumsi.
“Warga yang belum teraliri pipa PDAM hanya mengandalkan air hujan yang ditampung di profil tank. Beberapa hari ini cadangan air sudah menipis, makanya warga sangat membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi krisis air, pemerintah desa telah menyalurkan bantuan profil tank berkapasitas 700 liter secara bertahap sejak 2023 hingga 2025 melalui dana desa.
Pada 2023, sebanyak 73 rumah di RT 1 seluruhnya menerima bantuan. Tahun 2024, bantuan diberikan kepada 86 rumah di RT 4. Selanjutnya pada 2025, bantuan dilanjutkan di RT 3, dari total 69 rumah sebanyak 34 rumah menerima profil tank, sementara sekitar 30 rumah lainnya sudah terhubung jaringan PDAM.
Selain itu, di RT 5 terdapat 98 rumah penerima bantuan profil tank, dan di RT 6 sebanyak 86 rumah warga seluruhnya telah mendapat bantuan serupa.
“Yang belum menerima bantuan hanya di RT 2. Dari 110 rumah, 80 rumah sudah teraliri PDAM, dan sekitar 30 rumah masih mengandalkan air hujan dan sumur,” katanya.
Kuryadi menyebut, jika kondisi kemarau berlanjut, pihaknya akan kembali mengajukan permohonan bantuan air bersih.
“Kalau tidak turun hujan, minggu depan kami rencanakan mengusulkan lagi bantuan untuk warga di RT 2, RT 4, dan RT 5 yang belum teraliri pipa PDAM,” pungkasnya. (hgn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama