Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Relawan dan ABK Bersihkan Pantai Seribu Cemara Seruyan

M. Rifani Dewantara
GOTONG ROYONG: Relawan dan Anak Berkebutuhan Khusus gotong royong bersihkan Pantai Seribu Cemara, Kabupaten Seruyan. (Istimewa/Radar Sampit)
GOTONG ROYONG: Relawan dan Anak Berkebutuhan Khusus gotong royong bersihkan Pantai Seribu Cemara, Kabupaten Seruyan. (Istimewa/Radar Sampit)

Advertisement

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Kepedulian terhadap kebersihan destinasi wisata ditunjukkan Komunitas Pelita Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Kuala Pembuang melalui aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Seribu Cemara, Kabupaten Seruyan, Sabtu (20/6). Kegiatan ini melibatkan anak-anak disabilitas, relawan, komunitas, hingga masyarakat umum.

Dalam aksi gotong royong tersebut, para peserta berhasil mengumpulkan lebih dari 10 karung sampah dari area pesisir pantai. Sampah yang ditemukan beragam, mulai dari plastik, limbah kiriman laut, hingga sampah rumah tangga yang menumpuk di sepanjang garis pantai.

Advertisement

Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu diawali dengan kegiatan literasi melalui program read aloud untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama turun ke area pantai untuk melakukan pembersihan hingga sore hari. Total sekitar 20 orang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Pembina sekaligus Founder Pelita ABK Kuala Pembuang, Yulia Tanti Nova, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya sederhana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan wisata.

“Seruyan memiliki potensi wisata yang sangat baik. Kami tidak ingin kawasan wisata yang ada menjadi kurang terurus. Karena itu kami memulai gerakan sederhana ini agar semakin banyak masyarakat yang peduli dan ikut menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya, Minggu (21/6).

Advertisement

Meski secara kasat mata pantai terlihat cukup bersih, hasil pembersihan menunjukkan masih banyak sampah yang tersembunyi di area pesisir. Bahkan, ditemukan pula sejumlah botol minuman keras yang berserakan di kawasan wisata, yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan pengunjung.

Yulia berharap kegiatan bersih pantai ini dapat menjadi agenda rutin dan mendapat dukungan lebih luas, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Kalau anak-anak disabilitas saja bisa ikut bergerak menjaga lingkungan, tentu kita semua juga bisa melakukan hal yang sama,” katanya.

Ia menambahkan, kebersihan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama agar Pantai Seribu Cemara tetap terjaga, nyaman dikunjungi, dan menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Seruyan. (rdw/sla)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Viral di Media Sosial, Diduga Bangkai Anak Paus Ditemukan di Pantai Seribu Cemara Seruyan

Viral di Media Sosial, Diduga Bangkai Anak Paus Ditemukan di Pantai Seribu Cemara Seruyan

bangkai hewan laut diduga paus terdampar di kawasan Pantai Seribu Cemara, Desa Sungai Bakau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, viral

Dari Ruang Kelas ke Lapak Ikan: Jejak Penyamaran Oknum Guru di Seruyan DPO Pencabulan Terbongkar

Dari Ruang Kelas ke Lapak Ikan: Jejak Penyamaran Oknum Guru di Seruyan DPO Pencabulan Terbongkar

Menyamar jadi penjual ikan tak mampu menyelamatkan oknum guru SD di Seruyan dari penangkapan atas kasus pencabulan tujuh siswinya

Simpan 17 Paket Sabu di Mobil dan Rumah, Pria 48 Tahun di Seruyan Ditangkap Polisi

Simpan 17 Paket Sabu di Mobil dan Rumah, Pria 48 Tahun di Seruyan Ditangkap Polisi

Satresnarkoba Polres Seruyan menyita 17 paket sabu dengan berat bruto 21,72 gram dari seorang pria berinisial F (48)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer