Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Tiga Desa di Seruyan Sepakati Kebun Plasma

M. Rifani Dewantara

Penandatanganan kesepakatan, pembangunan kebun masyarakat di tiga desa di Kecamatan Sembuluh, Kabupaten Seruyan, (7/3).
Penandatanganan kesepakatan, pembangunan kebun masyarakat di tiga desa di Kecamatan Sembuluh, Kabupaten Seruyan, (7/3).


Advertisement

KUALA PEMBUANG,radarsampitjawapos.com- Program kebun plasma 20 persen bagi warga sekitar salah satu perkebunan sawit di Kecamatan Sembuluh, Kabupaten Seruyan resmi berjalan. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan dan koperasi tiga desa di Kecamatan Danau Sembuluh.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menjadi saksi penandatanganan yang berlangsung di rumah jabatannya, di Kuala Pembuang, Sabtu (7/3) sore.

Tiga desa yang terlibat dalam kerja sama tersebut yakni Desa Benua Usang, Desa Paren, dan Desa Sembuluh II.

Advertisement

Ahmad Selanorwanda menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Seruyan sangat menyambut baik komitmen pihak perusahaan yang telah merealisasikan program Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) 20 persen sebagai bagian dari kewajiban pembangunan kebun masyarakat sekitar.

“Program tersebut bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi juga bentuk kemitraan yang memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat desa yang berada di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.

Wanda menilai, keberadaan kebun plasma memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan kebun yang dikelola bersama perusahaan inti.

Advertisement

“Melalui program ini masyarakat yang tergabung dalam koperasi di Desa Benua Usang, Paren, dan Sembuluh II diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan dari kepemilikan dan pengelolaan kebun plasma,” paparnya.

Wanda juga mengingatkan, pengurus koperasi agar mengelola organisasi secara profesional, transparan, dan akuntabel. Ia tidak ingin program yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru memicu konflik internal.

“Koperasi harus dikelola dengan baik dan terbuka. Jangan sampai terjadi persoalan internal seperti yang pernah dialami beberapa koperasi lain,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan kemitraan yang sehat antara perusahaan dan masyarakat agar program perkebunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada sinergi tiga pilar utama, yakni pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Pemerintah menciptakan tata kelola yang baik, dunia usaha menghadirkan investasi dan membuka lapangan kerja, sementara masyarakat menjadi bagian dari pembangunan itu sendiri,” pungkas Ahmad Selanorwanda.

Di sisi lain, Ketua Koperasi Unggul Jaya Sejahtera Desa Paren, Mulyono, menyambut baik realisasi program tersebut. Menurutnya, kepastian kebun plasma menjadi harapan baru bagi masyarakat desa.

“Alhamdulillah akhirnya ada kejelasan dari perusahaan. Program kebun plasma 20 persen ini benar-benar terbukti dan memberikan harapan bagi masyarakat,” pungkasnya. (rdw/gus)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BREAKING NEWS: Bupati Seruyan Naik Helikopter Pantau Karhutla

BREAKING NEWS: Bupati Seruyan Naik Helikopter Pantau Karhutla

Patroli diperkirakan berlangsung sekitar satu jam dengan menyisir sejumlah wilayah di Kabupaten Seruyan untuk memantau titik api sekaligus m

Perwakilan Warga Empat Desa Geruduk Kantor Bupati Seruyan, Tagih Kepastian Plasma 20 Persen

Perwakilan Warga Empat Desa Geruduk Kantor Bupati Seruyan, Tagih Kepastian Plasma 20 Persen

Puluhan warga Desa Terawan, Rungau Raya, Bangkal, dan Selunuk mendatangi Kantor Bupati Seruyan, Senin (31/8), untuk menagih kepastian pemeri

Bupati Seruyan Murka, Pasar Saik Disebut Tak Terurus

Bupati Seruyan Murka, Pasar Saik Disebut Tak Terurus

Orang nomor satu di Bumi Gawi Hatantiring itu menilai pengelolaan pasar berjalan tidak maksimal dan jauh dari harapan pemerintah daerah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer