Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ramadan, Kebersamaan Terasa di Lapas Palangka Raya

Dodi Abdul Qadir
Penulis: Dodi Abdul Qadir❯

Suasana berbuka puasa Masjid Al-Hidayah di dalam lapas Kelas IIA Palangka Raya,  yang diikuti sebagian warga binaan  dan petugas Lapas.
Suasana berbuka puasa Masjid Al-Hidayah di dalam lapas Kelas IIA Palangka Raya, yang diikuti sebagian warga binaan dan petugas Lapas.


Advertisement

PALANGKA RAYA- Suasana bulan suci Ramadan tetap terasa hangat, di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palangka Raya. Hal itu menjadi momentum memperbaiki diri dan menata ulang harapan.

Sejak fajar menyingsing hingga malam kian larut, aktivitas ibadah mengisi hari-hari warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam. Puasa dijalani penuh disiplin. Salat wajib ditegakkan berjamaah. Malam hari, gema tarawih dan lantunan ayat suci Alquran mengalun dari Masjid Al-Hidayah di dalam lapas.

Salat Isya dan Tarawih berjamaah dibagi per blok hunian agar lebih tertib dan khusyuk. Tim tadarus setiap hari menuntaskan tiga juz Alquran. Satu kelompok yang terdiri dari 14 narapidana menargetkan satu juz per hari secara berjamaah. Tadarus digelar di masjid hingga pukul 22.00 WIB, lalu dilanjutkan di kamar masing-masing.

Advertisement

“Selama Ramadan, pembinaan kepribadian menjadi fokus utama. Kami pisahkan agar ibadah lebih konsentrasi. Setelah Lebaran baru dibaurkan kembali,” ujar Kepala Lapas Palangka Raya, Hisam Wibowo,Minggu (1/3).

Suasana kebersamaan makin terasa saat hadroh digelar. Kegiatan itu menjadi kolaborasi unik antara petugas dan warga binaan. Tabuhan rebana berpadu dengan salawat, menghadirkan nuansa religius yang menenangkan. Lapas juga menggandeng Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menghadirkan imam dan penceramah. Tausiyah rutin diberikan sebagai penguatan rohani.

Usai berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah. Menu makan pun disesuaikan. Jatah makan siang digeser menjadi santapan berbuka dan sahur bagi warga binaan muslim.

Advertisement

“Bulan suci ini adalah kesempatan memperkuat ketakwaan, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki akhlak. Setiap tugas yang dilaksanakan dengan niat tulus akan menjadi ladang ibadah,” papar Hisam.

Meski berpuasa, pembinaan kemandirian tidak berhenti. Pelatihan keterampilan, pertanian, hingga perkebunan tetap berjalan. Lapas ingin memastikan waktu yang dijalani para warga binaan tidak terbuang sia-sia. Setiap hari harus memberi nilai tambah, menjadi bekal saat kembali ke masyarakat.

Di balik suasana religius itu, tantangan tetap ada. Jumlah penghuni yang cukup banyak belum sepenuhnya sebanding dengan ketersediaan sumber daya petugas. Upaya penyelundupan barang terlarang seperti narkotika dan ponsel juga masih kerap dicoba.

“Kami tegaskan, layanan di Lapas gratis. Jangan percaya jika ada yang meminta uang. Jangan mencoba memasukkan barang terlarang,” tegas Hisam.

 Ia menambahkan, selama Ramadan, kondisi lapas dipastikan aman dan kondusif. Hubungan antarwarga binaan relatif harmonis. Mereka saling menghormati dan menjaga ketertiban.

"Bulan suci ini adalah kesempatan untuk memperkuat ketakwaan, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki akhlak. Setiap tugas yang kita laksanakan dengan niat yang tulus dan penuh tanggung jawab akan menjadi ladang ibadah dan bernilai keberkahan", pungkasnya. (daq/gus)

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bekali Keterampilan untuk Masa Depan, Warga Binaan Lapas Sampit Dilatih Budidaya Ayam Petelur

Bekali Keterampilan untuk Masa Depan, Warga Binaan Lapas Sampit Dilatih Budidaya Ayam Petelur

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit memberdayakan warga binaan melalui program budidaya ayam petelur

Ketika Lembaran Buku Jadi Teman dan Penyala Asa Warga Binaan Lapas Sampit

Ketika Lembaran Buku Jadi Teman dan Penyala Asa Warga Binaan Lapas Sampit

Meskipun ruang gerak terbatas, semangat belajar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Sampit tak pernah surut

Bertepatan HUT ke 81 Kemerdekaan RI, Puluhan Napi di Kalteng Bebas. Tiga Ribu Lebih Dapat Remisi

Bertepatan HUT ke 81 Kemerdekaan RI, Puluhan Napi di Kalteng Bebas. Tiga Ribu Lebih Dapat Remisi

Bertepatan HUT ke 81 Kemerdekaan RI, Puluhan Napi di Kalteng Bebas. Tiga Ribu Lebih warga binaan Dapat Remisi umum pengurangan tahanan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer