SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Seorang pengusaha transportir minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) asal Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) mendatangi kantor polisi untuk melaporkan dugaan penggelapanpada Senin (9/2/2026) malam.
Pengusaha melaporkan satu unit truk miliknya bermuatan CPO diduga telah digelapkan oleh seorang sopir yang tidak lain merupakan anak buahnya sendiri.
H Sugeng Lestariono (korban) menceritakan, truk tersebut sebelumnya mengangkut CPO seberat 8.350 kilogram dari PT. KMA menuju PT. Sukajadi Sawit Mekar pada Kamis (5/2/2026).
Namun hingga keesokan harinya, truk dan sopir bernama Marinus Maramba Jara (39) asal Sumba tidak kunjung tiba di lokasi tujuan. Kecurigaan pun muncul setelah kendaraan tersebut tak dapat dihubungi.
"Setelah dicek melalui GPS, posisi terakhir truk berhenti di Jalan Jenderal Sudirman Km 13 sejak Jumat (6/2/2026) dini hari," ujar Sugeng, Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan data pelacakan GPS, truk sempat berhenti di beberapa titik, di antaranya kawasan Taman Makam Pahlawan dan Jalan Mohammad Hatta, sebelum kembali berhenti di Km 13 jalan Jenderal Sudirman.
Saat didatangi, truk ditemukan terparkir di bahu jalan tanpa sopir. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penimbangan ulang di PT KMA diketahui muatan CPO berkurang sekitar 4.210 kilogram.
Akibatnya, pihak transportir mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 63.150.000.
"Sopir ini sudah bekerja dengan saya sekitar enam tahun. Karena itu kami kaget dengan kejadian ini," sesal Sugeng.
Kasus ini pun kemudian dilaporkan ke Polres Kotim dan saat ini dalam penanganan pihak kepolisian. Pelapor bersama sejumlah saksi dijadwalkan akan dimintai keterangan lebih lanjut. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor