Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Asal Mula Istilah 'Buaya Darat' dan 'Air Mata Buaya'

Agus Jaka Purnama • Rabu, 23 Oktober 2024 | 05:00 WIB
KHAS: Roti Buaya yang biasa dihadirkan dalam pesta perkawinan adat Betawi, yang melambangkan kesetiaan.
KHAS: Roti Buaya yang biasa dihadirkan dalam pesta perkawinan adat Betawi, yang melambangkan kesetiaan.

radarsampit.jawapos.com-Buaya darat adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sikap tidak setia seorang laki-laki kepada perempuan. Padahal kenyataannya buaya merupakan binatang reptil yang memiliki sifat setia kepada pasangan. Lalu darimana asal muasal istilah buaya darat?

Banyak perbedaan pendapat soal sejarah istilah buaya darat. Legenda Baltazur dari Riau mengisahkan bahwa Buaya Baltazur konon sering memangsa gadis-gadis muda. Namun, mereka ditemukan berbadan utuh tetapi keperawanannya yang hilang.

Ada juga yang mengatakan istilah buaya darat diambil dari kebiasaan buaya yang sering diam-diam berburu mangsa. Buaya bahkan tetap memakan mangsanya walaupun sudah menjadi bangkai. Dari kebiasaan itu pula muncul istilah buaya darat yang dikaitkan dengan kebiasaan manusia yang tidak setia dan selalu mencari mangsa ibarat buaya.

Lain lagi dengan pendapat wartawan senior sekaligus penyair Samsudin Adlawi di majalah Tempo, istilah buaya darat berawal dari cerita masyarakat Soronganyit, Jember, Jawa Timur tahun 1971.

Alkisah, di Soronganyit terdapat sebuah tambak buaya. Jadwal aktivitas kawanan buaya di situ begitu ketat. Kapan buaya harus di darat dan harus berada di air harus terjadwal.Suatu hari, ada seekor buaya jantan menghilang. Warga pun geger dibuatnya. Mereka takut dimangsa buaya yang kabur tersebut.

Tiga bulan berlalu, ternyata buaya tadi ditemukan bersama buaya betina. Dan buaya betina itu bukan pasangan sahnya. Betina itu baru seumur anaknya sendiri. Warga yang menemukan buaya itu pun serempak mengumpat "Dasar buaya". "Sejak saat itu ketika ada lelaki punya hubungan gelap dengan perempuan yang bukan pasangan sahnya, ia spontan dikatai 'lelaki buaya darat'" tulis Samsudin Adlawi.

Buaya Ternyata Hewan Setia

Istilah buaya darat yang dikaitkan dengan tabiat tak setia seorang laki-laki sebetulnya bertolak belakang dengan fakta sesungguhnya. Hal itu dibuktikan dalam  jurnal yang dikeluarkan kelompok peneliti dari Rockefeller Wildlife Refuge (RWR) di Louisiana, Amerika Serikat pada 2008.

Dalam penelitiannya selama sepuluh tahun, mereka fokus meneliti kesetiaan buaya. Hasilnya mereka dibuat takjub karena buaya jantan tak akan berpaling ke betina lainnya, dan begitu sebaliknya.

Bahkan buaya jantan akan selalu melindungi si betina yang hendak bertelur dan si jantan akan menjaga telur-telur tersebut hingga tiba waktunya bayi-bayi menetas. Untuk itu, buaya dianggap sebagai hewan yang setia kepada pasangan. Kalau pun si Betina mati terlebih dahulu, maka si jantan tak akan kawin lagi atau mencari pasangan baru.

"Kami menemukan bahwa 70 persen dari buaya betina kita yang disatukan kembali akan menunjukkan kesetiaan kepada pasangannya. Kami takjub karena pasangan buaya yang dikawinkan bersama pada tahun 1997 masih akan berkembang biak bersama pada tahun 2005 dan masih bersama beberapa tahun setelahnya," ungkap peneliti RWR dalam jurnal Loyal Alligators Display Mating Habits Of Birds (2008).

Sifat setia buaya pun dijadikan simbol dalam prosesi pernikahan bagi masyarakat Betawi lewat makanan khas yang wajib dibawa yakni roti buaya dan hingga kini masih berlangsung.

Sementara itu, istilah "air mata buaya" sering kali digunakan untuk menggambarkan emosi palsu pada seorang munafik yang pura-pura bersedih dan mengeluarkan air mata.Konon kiasan ini berasal dari kepercayaan kuno yang menyebut bahwa buaya meneteskan air mata saat memakan mangsanya. Istilah ini juga hadir dalam banyak bahasa modern, terutama di Eropa, di mana istilah itu diperkenalkan dalam bahasa Latin.

Buaya juga menangis untuk melumasi mata mereka saat keluar dari air untuk waktu yang lama dan saat mata mereka mulai mengering.

Namun, tidak mesti begitu. Buaya menangis juga bisa dipicu karena aktivitas mengonsumsi makanan. Ketidaknormalan ini disebut dengan nama sindrom bogorad atau biasa disebut "sindrom air mata buaya" yang mengacu pada legenda tersebut.

Mengacu pada istilah "air mata buaya" sederhananya sang predator menangisi korban yang mereka makan. Tandanya, ia menikmati makanannya sambil menangis, tidak tahu itu menangis sedih, menyesal, atau bahagia.

Perilaku Buaya yang Sebenarnya

Meskipun buaya dapat mengeluarkan air mata yang tidak terkait dengan emosi. Cairan dari matanya berfungsi untuk membersihkan dan melumasi mata sama seperti manusia, dan yang paling menonjol saat buaya itu sudah lama berada di lahan kering.

Dalam kasus buaya Amerika dan buaya air asin, air mata membantu mereka menghilangkan kelebihan garam dalam tubuhnya yang ikut bersama makanan, menurut ahli hewan, Adam Britton. Adam juga mengakui, sulit untuk melacak frasa legenda itu, tetapi mudah untuk melihat mengapa fenomena itu menjadi populer, sebab memang buaya menangisi korbannya. Hal itu dianggap ironi yang tak terlupakan yang menginspirasi banyaknya prosa dan kelahiran sebuah karya.

Pada tahun 2006, ahli saraf Malcolm Shaner, dibantu oleh Kent Vliet, seorang peneliti di Universitas Florida, memutuskan untuk menguji cerita bahwa buaya atau kerabat dekat aligator dan kaiman cenderung "menangis" saat makan.

Saat belajar soal hewan di Taman Zoologi Peternakan Buaya St. Augustine Florida, Vliet memberi makan tujuh kaiman. Dia memilih kaiman daripada buaya, karena di cagar alam, mereka terlihat makan di lahan kering.

Hasilnya, lima kaiman “menangis” dan diambillah kesimpulan bahwa cerita tersebut menggambarkan fenomena nyata. Para peneliti berpendapat bahwa "tangisan" mungkin disebabkan oleh desisan udara yang hangat selama ia makan, yang masuk melalui sinus, lalu merangsang buaya untuk mengeluarkan air mata.(era/int/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#mangsa #kepalsuan #simbol #perilaku #betina #kesedihan #amerika serikat #buaya #frasa #populer #setia #2008 #istilah #riau #palsu #berkembang biak #gadis #air asin #berburu #dasar buaya #jantan #hewan #legenda #air mata buaya #Buaya Darat