Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelepasliaran Orangutan, Catherine, Dennis, dan Ames Bebas Berkeliaran di Hutan Kehje Sewen

Dodi Abdul Qadir
Penulis: Dodi Abdul Qadir❯
Salah satu individu yang dilepasliarkan. (istimewa/BOS)
Salah satu individu yang dilepasliarkan. (istimewa/BOS)

Advertisement

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Empat individu orangutan rehabilitasi dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari, Kalimantan Timur, dipersiapkan kembali ke habitat alaminya di Hutan Kehje Sewen. Pelepasliaran yang dilakukan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan sejumlah mitra tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian orangutan Kalimantan.

Empat orangutan yang masuk kandidat pelepasliaran itu bernama Catherine, Dennis, Ames, dan Marlon. Mereka telah menjalani proses rehabilitasi panjang untuk mengembangkan kemampuan bertahan hidup secara mandiri di alam liar.

Namun, tidak seluruhnya diberangkatkan bersamaan. Catherine, Dennis, dan Ames dijadwalkan lebih dahulu menuju hutan. Sementara Marlon harus menunggu hingga kondisi kesehatannya membaik dan dinyatakan siap untuk dilepasliarkan.

Kegiatan ini merupakan pelepasliaran ke-28 yang dilakukan Yayasan BOS dari Samboja Lestari ke Hutan Kehje Sewen. Pelepasliaran tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan 35 tahun Yayasan BOS.

Hutan Kehje Sewen berada di Kawasan Restorasi Ekosistem PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI), yang mencakup wilayah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, tepatnya di Kecamatan Muara Wahau. Kawasan seluas 86.593 hektare itu dikelola sebagai habitat alami bagi orangutan hasil rehabilitasi.

Advertisement

Ketua Pengurus Yayasan BOS Dr Ir Jamartin Sihite M.Sc. menegaskan, setiap pelepasliaran merupakan hasil proses panjang yang melibatkan penyelamatan, perawatan, rehabilitasi, hingga pendampingan orangutan selama bertahun-tahun.

Memasuki usia ke-35 tahun, Yayasan BOS tetap berkomitmen mengembalikan orangutan yang telah memenuhi persyaratan untuk hidup mandiri di habitat alaminya.

“Catherine, Dennis, Ames, dan Marlon mewakili perjalanan yang berbeda-beda, tetapi semuanya mengarah pada tujuan yang sama, yaitu memberi mereka kesempatan untuk hidup kembali di habitat alaminya,” katanya,Jumat (6/11/2026).

Proses pelepasliaran (istimewa)
Proses pelepasliaran (istimewa)

Menurut Jamartin, pekerjaan konservasi tidak berhenti ketika orangutan meninggalkan pusat rehabilitasi. Perlindungan hutan sebagai rumah bagi satwa tersebut juga menjadi bagian penting yang harus terus dilakukan.

Sejak 2012, Yayasan BOS telah melaksanakan 28 kali pelepasliaran orangutan dari Samboja Lestari ke Hutan Kehje Sewen. Jumlah orangutan yang telah dikembalikan ke habitat alaminya di kawasan tersebut mencapai 135 individu.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lima Orangutan Dilepasliarkan setelah Bertahun tahun Menjalani Rehabilitasi

Lima Orangutan Dilepasliarkan setelah Bertahun tahun Menjalani Rehabilitasi

Setelah menjalani rehabilitasi selama 14 hingga 22 tahun, lima orangutan Kalimantan kembali menghirup udara kebebasan di habitat alaminya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer