Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Keberatan Nama, Apa Maksudnya dalam Kebudayaan Banjar?

Farid Mahliyannor • Rabu, 12 Februari 2025 | 20:47 WIB
ILUSTRASI: Momen saat seorang guru menasmiyahi ulang nama kepada seorang anak.
ILUSTRASI: Momen saat seorang guru menasmiyahi ulang nama kepada seorang anak.

radarsampit.jawapos.com - Dalam budaya masyarakat Banjar, terdapat keyakinan bahwa nama seseorang memiliki pengaruh terhadap kehidupannya. Kepercayaan ini dikenal sebagai babilangan nama, yakni perhitungan aksara dalam nama seseorang yang diyakini dapat membawa dampak positif atau negatif bagi pemiliknya.

Budayawan Kesultanan Banjar, Ersa Fahriyanur menjelaskan bahwa jika seorang anak menunjukkan perilaku yang sulit diatur atau sering bertindak nakal, orang tua di Banjar meyakini salah satu penyebabnya adalah

"keberatan nama". Hal ini berarti aksara dalam namanya terlalu tinggi atau berat untuk ditanggung oleh anak tersebut.

Tidak hanya perilaku, kondisi kesehatan anak juga dipercaya berkaitan dengan perhitungan aksara dalam namanya. Jika seorang anak sering jatuh sakit tanpa penyebab medis yang jelas, sebagian masyarakat Banjar akan berasumsi bahwa nama tersebut terlalu berat, sehingga tubuh anak tidak sanggup menyandangnya.

"Sering kali, orang tua yang merasa anaknya mudah sakit akan mencari tahu apakah nama anaknya terlalu berat dari segi hitungan aksara," ujar Ersa.

Untuk mengatasi masalah ini, masyarakat Banjar biasanya akan menemui seorang alim atau tuan guru yang memahami perhitungan aksara nama. Prosesnya melibatkan penguraian nama menjadi angka-angka yang kemudian diterjemahkan maknanya. Jika hasil perhitungan menunjukkan ketidakseimbangan, maka akan ada beberapa solusi yang dapat dilakukan.

"Biasanya, jika hasil perhitungan nama kurang baik, orang tua akan meminta tuan guru untuk menasmiyahi ulang anak mereka. Nama baru yang diberikan akan disesuaikan dengan perhitungan aksara yang lebih baik, sehingga diharapkan membawa keberkahan dan keseimbangan bagi anak tersebut," jelasnya.

Kepercayaan ini masih dipegang oleh sebagian masyarakat Banjar hingga saat ini, meskipun tidak semua orang mempercayainya secara mutlak. Namun, bagi mereka yang meyakini, perhitungan aksara nama tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan seseorang sejak kecil. (jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
#suku banjar #kebudayaan #kalimantan selatan