SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Perubahan air Sungai Jelai Sukamara menjadi asin membuat nelayan ikan air tawar mengubah lokasi mencari ikan. Nelayan yang biasanya beraktivitas di bagian hilir kini bergeser ke wilayah hulu karena kondisi airnya masih tawar.
Salah seorang nelayan ikan air tawar, Adi, mengatakan perubahan kondisi air tersebut berdampak terhadap hasil tangkapan. Jika tetap mencari ikan di wilayah yang airnya telah berubah menjadi asin, hasil tangkapan cenderung menurun. Ikan air tawar juga disebut bergeser ke wilayah hulu.
“Dengan kondisi air asin, ikan kemungkinan juga berpindah ke hulu. Sehingga, untuk lokasi mencari ikan juga kami berpindah,” kata Adi.
Menurutnya, nelayan setempat biasanya menggunakan bubu untuk menangkap ikan. Alat tangkap tersebut dipasang di sepanjang pinggiran sungai yang menjadi habitat ikan.
Pemasangan bubu dilakukan berpindah-pindah. Jika pada satu malam bubu dipasang di lokasi tertentu, keesokan harinya nelayan akan memindahkannya ke lokasi lain.
“Memang untuk pemasangan bubu tidak hanya satu tempat, tetapi berpindah-pindah. Misalkan dalam satu malam kita pasang di satu lokasi, besoknya kita geser lagi ke lokasi lain,” ujarnya.
Pada musim kemarau, jenis ikan yang banyak diperoleh antara lain bamba, tapah, dan beberapa jenis ikan sungai lainnya. Hasil tangkapan tersebut kemudian dipasarkan di Kota Sukamara dan sekitarnya.
Adi berharap hasil tangkapan tetap banyak meski kondisi Sungai Jelai berubah akibat kemarau. Saat ini, nelayan masih dapat memperoleh sekitar 30 kilogram ikan dalam sekali berangkat.
“Dengan kondisi kemarau sekarang ini, harapan kami agar tangkapan tetap banyak. Saat ini masih bisa dapat sekitar 30 kilogram dalam sekali berangkat,” katanya. (fzr/yit)
Editor : Heru Prayitno