SUKAMARA, Radarsampit.jawapos.com – Badan jalan menuju Jembatan Jelai di wilayah Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) sudah terhubung, namun masih belum bisa difungsikan.
Kendati demikian sungai kerukan samping badan jalan dimanfaatkan warga menuju sejumlah wilayah di Kalbar dengan menggunakan perahu.
“Sungai kerukan badan jalan bisa dilalui perahu kecil. Jadi bisa dimanfaatkan untuk angkutan sungai dengan membawa orang maupun kendaraan yang ingin ke Sukamara,” kata Anjang, salah seorang warga.
Baca Juga: Tiang Baleho Bahayakan Pengguna Jalan di Pangkalan Bun
Kerukan sungai yang menyusuri badan jalan yang dibangun memang cukup untuk lalu lalang perahu ukuran kecil. Lebar sekitar 4 hingga 5 meter sehingga aman untuk perahu berselisihan. Kedalaman kerukan juga cukup dalam sehingga nyaman dilalui.
“Sekarang banyak perahu lewat kerukan jalan yang baru menuju jembatan. Dulu lewat kerukan sungai di Desa Sukaramai,” ujar warga lainnya.
Akses jalan menuju Jembatan Jelai di wilayah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) memang kini sudah terhubung ke oprit jembatan. Meski demikian jalan belum bisa dilalui kendaraan karena tanah kerukan masih belum kering sepenuhnya dan masih ada putusan badan jalan yang memerlukan jembatan.
Baca Juga: Vertigo Tak Sembuh, Mundur dari Pelatnas PBSI
Tembusnya akses jalan ke jembatan itu memang dinanti warga kedua wilayah. Transportasi melalui darat kedua wilayah dinilai lebih cepat, sehingga jika ingin ke wilayah Kalbar bisa menggunakan kendaraan dan tidak lagi jalur sungai.
“Banyak warga Sukamara yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalbar, sehingga bisa lewat darat. Sebelumnya harus menyeberang dahulu maupun transit di Desa Jambi,” cerita Hasan.
Tembusnya akses jalan mempermudah ke wilayah desa di Kalbar seperti Jambi, Air Hitam, Kecamatan Manis Mata, maupun ke Ketapang. Begitu pun sebaliknya, warga bisa melalui Sukamara jika ingin ke wilayah Kalteng dan lainnya.
Baca Juga: Persaingan Makin Ketat di MotoGP Spanyol 2026
“Jika jalan sudah bisa dilalui dan jembatan fungsional maka arus lalu lintas antarwilayah akan ramai, terutama ke Sukamara. Harapannya tentu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat masing-masing wilayah,” imbuh Irwan, salah seorang pedagang di Kota Sukamara. (fzr/fm)
Editor : Farid Mahliyannor