SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com — Bupati Masduki mengatakan Pemerintah Kabupaten Sukamara terus mengupayakan kemandirian pangan guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Masduki, berbagai inovasi dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan stok bahan pangan tetap tersedia sehingga angka inflasi dapat terkendali.
“Dengan kenaikan harga BBM, justru angka inflasi tetap terjaga karena pemerintah daerah memiliki berbagai inovasi untuk menciptakan kemandirian pangan sehingga stok bahan pangan tetap terjaga,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu program yang dijalankan adalah Kompak Ayam atau koordinasi monitoring harga ayam. Program tersebut dinilai mampu menjaga harga ayam di Kabupaten Sukamara tetap stabil saat harga di daerah lain mengalami kenaikan.
“Di saat harga ayam di daerah lain naik, di Kabupaten Sukamara tidak mengalami kenaikan, bahkan sedikit menurun,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjalankan program Permalaskar atau pemanfaatan lahan bekas kebakaran dan lahan terlantar, serta pemanfaatan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman cepat panen.
Masduki mengatakan program tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membantu menambah pendapatan keluarga.
Ia menambahkan, program kemandirian pangan akan terus ditingkatkan agar kebutuhan bahan pokok tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah. Dengan demikian, kenaikan biaya transportasi akibat naiknya harga BBM tidak terlalu berdampak pada harga kebutuhan pokok di daerah.
“Dengan harga BBM naik, tentu biaya transportasi bahan pokok juga meningkat. Karena itu, melalui kemandirian pangan kami berharap harga di daerah tetap stabil,” katanya. (fzr/yit)
Editor : Heru Prayitno