KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Seruyan meminta sekolah menyesuaikan jam belajar jika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengganggu aktivitas pembelajaran.
Meski Kabupaten Seruyan masih berada dalam zona hijau, sekolah diminta tidak memaksakan kegiatan belajar apabila kondisi udara tidak mendukung.
Kepala Disdik Kabupaten Seruyan Welduline mengatakan, penyesuaian jam belajar telah disampaikan kepada seluruh sekolah sebelum adanya edaran pemerintah pusat terkait dampak kabut asap.
Baca Juga: Cegah Barang Ilegal Masuk Kotim, Pemkab Dorong Pengawasan Diperketat di Jalur Darat dan Laut
Melalui kebijakan tersebut, kepala sekolah diberikan kewenangan melihat kondisi lingkungan dan menyesuaikan waktu pembelajaran.
“Kalau memang di sekolah itu terdampak asap yang sangat parah, silakan kepala sekolah menyesuaikan jam belajar mengajarnya,” kata Welduline, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, apabila kabut asap masih tebal pada pagi hari, waktu masuk sekolah dapat diundur hingga kondisi udara membaik. Sebaliknya, pembelajaran dapat kembali berjalan normal ketika kondisi sudah memungkinkan.
Baca Juga: Kasus Diare Meningkat di Sejumlah Kecamatan Kotim, Dinkes Pastikan Puskesmas Tetap Siaga
“Pagi itu kadang-kadang kabut asapnya tebal, kita kurangi dengan jam 8 atau 9, menyesuaikan. Tapi kalau sudah terang seperti ini, kita aktifkan kembali,” jelasnya.
Welduline menegaskan, Seruyan belum menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara menyeluruh. Namun, kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan pembelajaran.
Ia berharap kondisi kabut asap dapat terus terkendali sehingga aktivitas pendidikan di Kabupaten Seruyan tetap berjalan normal.
Baca Juga: Cegah Kekurangan dan Penumpukan Alokon, BKKBN Kalteng Tekankan Pentingnya Data Pelayanan KB
“Alhamdulillah untuk Kabupaten Seruyan kita bersyukur sejauh ini masih aman-aman saja. Semoga selalu aman,” pungkasnya. (rdw/fm)
Editor : Farid Mahliyannor