ISPA Seruyan Turun dari 500 Jadi 250 Kasus, Warga Tetap Diminta Waspada Asap Karhutla

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 20:51 WIB

 

WAWANCARA: Kepala Dinkes Seruyan dr. Riza Syahputra saat ditemui awak media, Selasa (15/9/2026). FOTO: RIFANI/RADAR SAMPIT
WAWANCARA: Kepala Dinkes Seruyan dr. Riza Syahputra saat ditemui awak media, Selasa (15/9/2026). FOTO: RIFANI/RADAR SAMPIT

 

KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Seruyan mulai menunjukkan tren penurunan pada September 2026.

Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Seruyan meminta masyarakat tetap waspada terhadap paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinkes Seruyan dr. Riza Syahputra mengatakan, kasus ISPA sempat meningkat pada Agustus, terutama di wilayah Seruyan Tengah dan Seruyan Hulu. Sementara peningkatan di Kuala Pembuang relatif rendah.

Baca Juga: Bupati Gumas Hadiri Ibadah dan Cek Kesehatan Gratis, Guru serta Peserta Didik Diajak Berdoa

“Bulan Agustus meningkat, terutama Seruyan Tengah dan Hulu. Kalau Kuala Pembuang kurang. Kemudian September turun,” kata Riza, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, jumlah kasus yang sebelumnya berada di kisaran lebih dari 500 kasus pada Agustus, kini turun menjadi sekitar 250 kasus pada September. Penurunan tersebut dinilai menjadi sinyal positif di tengah kondisi kemarau dan karhutla yang masih terjadi.

Riza mengingatkan asap dapat memicu gangguan pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

Baca Juga: Karhutla Merambat ke TN Tanjung Puting, DPRD Kalteng Dorong Pengiriman Helikopter Water Bombing

“Jangan membakar, jangan sampai terjadi asap lagi. Mudah-mudahan hujan turun. Hotspot juga mulai mereda, sehingga ISPA cenderung menurun,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak asap, Dinkes memastikan ketersediaan masker di puskesmas dan puskesmas pembantu. Dukungan juga disiapkan untuk posko Karhutla berupa masker, vitamin, serta oksigen berukuran kecil bagi petugas di lapangan.

“Kalau di tengah asap saat memadamkan api dan sesak, bisa langsung digunakan di lokasi,” jelasnya.

Baca Juga: Warga Ikut Padamkan Karhutla, Waspada Maling Bisa Mengincar Rumah yang Ditinggalkan

Meski kasus ISPA menurun, Riza meminta masyarakat tetap menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Ia berharap kasus tidak kembali meningkat.

“Mudah-mudahan jangan sampai naik lagi. Perkiraan saya tidak sampai 500 kasus,” pungkasnya. (rdw/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
dinkes seruyan kabut asap ispa karhutla