KUALA PEMBUANG — Kemarau mulai membebani warga Desa Bangkal dan Selunuk, Kabupaten Seruyan. Keterbatasan sumber air membuat masyarakat harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Anggota DPRD Seruyan sekaligus Ketua Fraksi PDIP, Subani, mengatakan warga di dua desa tersebut bisa membeli hingga 25–30 profil tank air setiap hari. Air diangkut menggunakan kendaraan dan diantar langsung ke rumah warga.
“Setiap hari beli. Diantar ke rumah-rumah dan itu masif setiap hari,” kata Subani, Senin (14/9/2026).
Untuk biaya operasional pengangkutan, masyarakat harus mengeluarkan sekitar Rp60 ribu hingga Rp90 ribu per profil tank. Beban tersebut dinilai cukup berat jika harus ditanggung setiap hari selama kemarau.
Menurut Subani, pemerintah desa turut membantu menyediakan armada dan biaya bahan bakar untuk mendukung distribusi air. Namun, bantuan air bersih dari pemerintah belum seluruhnya menjangkau warga.
Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi bentang wilayah desa yang memanjang hingga puluhan kilometer mengikuti jalur jalan raya. Distribusi air pun tidak mudah dilakukan secara merata.
“Desa kami memanjang puluhan kilometer, bukan dalam satu tempat. Memanjang di jalan raya,” ujarnya.
Subani menilai pembangunan sumur bor menjadi solusi yang paling memungkinkan. Sebab, wilayah Bangkal dan Selunuk tidak memiliki sungai, danau, maupun embung yang dapat menjadi sumber air saat kemarau.
“Sumur bor itu sangat menjanjikan. Di tempat kami tidak ada embung, tidak ada danau, tidak ada sungai. Murni mengandalkan tadah hujan,” jelasnya.
Saat ini, terdapat satu titik sumur bor yang dibangun sejak 2012. Namun, fasilitas tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
Selain sumur bor yang bersumber dari dana desa, tahun ini pemerintah daerah juga membangun dua titik sumur bor, masing-masing di Desa Selunuk dan Desa Bangkal.
Subani berharap pembangunan sumur bor terus ditambah sehingga ketergantungan masyarakat terhadap pembelian air dapat dikurangi, terutama ketika kemarau panjang kembali terjadi. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno