2.687 Titik Karhutla di Seruyan Terdeteksi, Luas Lahan yang Terbakar Sudah Mencapai 829 Hektare

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 21:28 WIB
KARHUTLA: Kepala BPBD Seruyan Agus Supriadi saat diwawancarai terkait perkembangan Karhutla di Seruyan, Selasa (8/9/2026). FOTO: RIFANI/RADAR SAMPIT
KARHUTLA: Kepala BPBD Seruyan Agus Supriadi saat diwawancarai terkait perkembangan Karhutla di Seruyan, Selasa (8/9/2026). FOTO: RIFANI/RADAR SAMPIT

 

KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Seruyan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 829 hektare. Sementara itu, sebanyak 2.687 titik terpantau tersebar di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Seruyan Agus Supriadi mengatakan, sebaran titik tersebut tidak merata. Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur menjadi wilayah dengan titik terpantau paling tinggi.

Baca Juga: Empat Celah Korupsi di Pemkab Gumas Jadi Sorotan Bupati

“Kalau kita hitung sampai kemarin, luasan lahan yang terbakar tercatat mencapai sekitar 829 hektare yang tersebar 2.687 titik,” kata Agus, Selasa (8/9/2026).

Agus menyebut, setelah 2 kecamatan tersebut, titik Karhutla juga cukup banyak ditemukan di wilayah Seruyan Raya dan Danau Sembuluh.

Kondisi itu menjadi perhatian lantaran tingginya jumlah titik dapat meningkatkan risiko kebakaran meluas, terutama di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar.

Baca Juga: MUSIM KEMARAU! 713 Ribu Liter Bantuan Air Bersih Disalurkan untuk Warga Kalteng

Agus menegaskan, pencegahan dan penanganan di lapangan perlu terus diperkuat. Terlebih, wilayah dengan jumlah titik tinggi harus menjadi perhatian agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Untuk Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur yang paling tinggi. Kemudian disusul Seruyan Raya sama Danau Sembuluh,” ujarnya.

Baca Juga: Tak Cukup Jaga Konsesi, PBS Diminta Bantu Padamkan Karhutla

Menurutnya, langkah pencegahan tetap menjadi kunci dalam menekan penambahan luasan lahan terbakar. Penanganan cepat juga diperlukan ketika ditemukan titik yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

“Upaya pencegahan dan penanganan di lapangan menjadi hal utama dalam mencegah kebakaran meluas dan menambah luasan lahan terdampak,” pungkasnya. (rdw/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering kemarau seruyan kabut asap karhutla