KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Dua titik panas (hotspot) terdeteksi secara bersamaan di Desa Durian Kait, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Seruyan, Senin (7/9). Tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi dan mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.
Kapolsek Seruyan Tengah Ipda Martono mengatakan, berdasarkan pemantauan Sistem Karhutla (SIPongi), kedua hotspot terdeteksi sekitar pukul 00.49 WIB. Data tersebut bersumber dari satelit NASA-SNPP dengan tingkat kepercayaan medium.
“Kedua titik panas berada di lokasi yang berdekatan. Hotspot pertama terdeteksi pada koordinat -2.22571° lintang dan 112.15813° bujur. Sementara titik kedua berada pada koordinat -2.22509° lintang dan 112.15426° bujur,” jelasnya.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Seruyan Tengah bersama unsur TNI, BPBD, dan Manggala Agni melakukan pengecekan serta pemantauan di sekitar lokasi.
Martono mengatakan, petugas tidak hanya memastikan keberadaan titik panas, tetapi juga melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mengantisipasi masih adanya sumber panas maupun bara yang dapat memicu kebakaran.
“Setiap informasi hotspot yang terdeteksi menjadi perhatian kami untuk segera dilakukan pengecekan. Karena kedua titik tersebut lokasinya berdekatan, kami langsung melakukan pemadaman dan pendinginan sebagai langkah antisipasi agar api tidak berkembang dan meluas,” ungkapnya.
Menurutnya, respons cepat diperlukan untuk mencegah titik panas berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno