Seruyan Kebagian Lima Armada Damkar dari Kemenhan

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 20:12 WIB
Serka Wibowo (kanan) bersama Kalaksa BPBD Seruyan Agung Supriadi (tengah) memberikan keterangan terkait dukungan armada dan sarpras penanganan karhutla di Seruyan, Senin (7/9).  (Rifani/Radar Sampit )
Serka Wibowo (kanan) bersama Kalaksa BPBD Seruyan Agung Supriadi (tengah) memberikan keterangan terkait dukungan armada dan sarpras penanganan karhutla di Seruyan, Senin (7/9). (Rifani/Radar Sampit )

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Kabupaten Seruyan mendapat tambahan lima unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Hingga Senin (7/9), baru tiga unit yang tiba di Seruyan. Dua unit lainnya masih dalam proses pengambilan secara bertahap dari Sampit.

Perwakilan Pabung Kabupaten Seruyan Kodim 1015 Serka Wibowo mengatakan, armada tambahan tersebut tidak seluruhnya disiagakan di pusat kabupaten. Sejumlah unit akan ditempatkan di wilayah yang membutuhkan dukungan, terutama kawasan bagian atas.

“Untuk Seruyan dialokasikan sekitar lima unit. Yang baru datang tiga karena bertahap,” kata Wibowo kepada awak media, Senin (7/9).

Menurut dia, armada tambahan tersebut akan mendukung penanganan karhutla di wilayah Seruyan Raya dan Hanau. Pengambilan unit dari Sampit juga telah diperintahkan untuk segera dilakukan. Sementara itu, dua armada tetap disiagakan di BPBD Seruyan.

“Untuk sementara lima unit. Ini bantuan dari Kemenhan,” ujarnya.

Tambahan armada tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Selain mobil pemadam, kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) di tingkat desa juga menjadi perhatian.

Kepala Pelaksana BPBD Seruyan Agung Supriadi mengatakan sejumlah masyarakat peduli api (MPA) di desa masih menghadapi keterbatasan sarpras. Karena itu, kesiapan peralatan perlu diidentifikasi sebelum terjadi kebakaran.

“Yang paling banyak membutuhkan itu MPA-MPA yang ada di desa. Selama ini belum ada identifikasi awal terkait kesiapan sarpras mereka,” kata Agung.

Menurut dia, pengecekan kesiapan peralatan harus dilakukan lebih dini agar kebutuhan sarpras dapat diketahui sebelum kebakaran terjadi.

BPBD Seruyan sejauh ini telah membantu sejumlah kebutuhan MPA, di antaranya selang dan alat pelindung diri (APD). Sementara pengadaan mesin pemadam masih dalam proses.

Agung memperkirakan dalam sekitar tiga pekan ke depan akan ada tambahan lima unit mesin pemadam. Peralatan tersebut akan diprioritaskan untuk desa dengan tingkat penanganan karhutla yang tinggi.

“Kalau untuk mesin, saat ini kami belum punya untuk pengadaan. Mungkin sekitar tiga minggu lagi ada tambahan lima unit mesin. Itu akan kami berikan ke desa-desa yang tinggi penanganan karhutlanya,” pungkasnya. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
seruyan damkar karhutla