Bupati Seruyan Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:05 WIB

 

 Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda meninjau langsung lokasi kebakaran lahan belukar di kawasan Kota Kuala Pembuang, Rabu (26/8). (Rifani/Radar Sampit)
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda meninjau langsung lokasi kebakaran lahan belukar di kawasan Kota Kuala Pembuang, Rabu (26/8). (Rifani/Radar Sampit)

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda meninjau langsung lokasi kebakaran lahan belukar di tengah Kota Kuala Pembuang, Rabu (26/8). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemadaman dan penanganan kebakaran berjalan optimal.

Kebakaran yang melanda area cukup luas tersebut berhasil dijinakkan tim gabungan. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap sehingga petugas tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

“Karena situasi dan kondisi cuaca, hari ini terjadi kebakaran di dalam kota dengan lahan belukar yang cukup luas. Alhamdulillah sudah bisa dipadamkan, walaupun masih ada asap,” kata Ahmad.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan bersama unsur penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih bersiaga di lokasi.

Ahmad mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, lembaga terkait, hingga masyarakat.

“Semangat ini harus tetap kita galakkan bahwa tanggung jawab menjaga hutan dan lahan serta menghindarkan terjadinya kebakaran adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Pemkab Seruyan juga akan melakukan inventarisasi kawasan yang masih berupa hutan dan lahan belukar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui status dan kepemilikan lahan sekaligus membangun komitmen bersama para pemilik agar ikut menjaga kawasan dari ancaman kebakaran.

Selain pencegahan, setiap peristiwa kebakaran akan ditelusuri penyebabnya. Jika ditemukan unsur kesengajaan, pemerintah memastikan kasus tersebut diproses sesuai ketentuan hukum.

“Kita akan identifikasi kebakaran yang terjadi karena apa, apakah sengaja atau tidak, dan tentu akan kita lakukan tindakan hukum,” ujarnya.

Ahmad menilai sinergi seluruh unsur menjadi kunci dalam menghadapi karhutla yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, koordinasi dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat, termasuk memastikan personel serta sarana dan prasarana pendukung selalu siap digunakan.

“Kita harus tetap siaga, tetap siap di mana pun kita berada. Koordinasi tetap kita laksanakan dan bila ada kondisi tertentu, semuanya harus disiapkan untuk segera menangani dan menanggulangi,” pungkasnya. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
seruyan karhutla