Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Capaian SPM Kesehatan Gunung Mas Capai 62,87 Persen

Arham Said
Penulis: Arham Said❯
Tenaga Kesehatan Puskesmas Tumbang Talaken melakukan pelayanan sesuai SPM, kepada murid SDN 1 Fajar Harapan, Rabu (26/8). (Puskesmas Tumbang Telaken)
Tenaga Kesehatan Puskesmas Tumbang Talaken melakukan pelayanan sesuai SPM, kepada murid SDN 1 Fajar Harapan, Rabu (26/8). (Puskesmas Tumbang Telaken)

Advertisement

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mencapai 62,87 persen hingga Juli 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas menargetkan seluruh indikator SPM bidang kesehatan mencapai 100 persen pada Desember 2026.

Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan capaian SPM untuk mengoptimalkan pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat.

Advertisement

“Sampai dengan Juli 2026 ini, capaian SPM bidang kesehatan sudah mencapai 62,87 persen. Kami akan terus mengejar peningkatan capaian itu,” ucap Efrensia saat rapat paripurna DPRD Gumas, Rabu (26/8).

Dia menjelaskan, berdasarkan Permendagri Nomor 59 Tahun 2021, terdapat 12 indikator SPM bidang kesehatan yang menjadi dasar pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat.

Ke-12 indikator tersebut meliputi pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, balita, anak usia pendidikan dasar, masyarakat usia produktif, lanjut usia, penderita hipertensi, penderita diabetes melitus, orang dengan gangguan jiwa, penderita TBC, serta masyarakat yang berisiko terinfeksi HIV.

Advertisement

Menurut Efrensia, ketersediaan tenaga medis pada Dinas Kesehatan dan jejaring pelayanan secara umum telah terpenuhi, meski masih terdapat sejumlah kekurangan.

Kekurangan tersebut terutama mencakup dokter spesialis, dokter umum, dan dokter gigi. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pemkab Gumas menyiapkan sejumlah langkah, antara lain rekrutmen dokter spesialis, kerja sama dengan RSUD Doris Sylvanus untuk pelayanan spesialistik, serta pemanfaatan program Nusantara Sehat dan wahana internship.

Selain tenaga kesehatan, Pemkab Gumas memastikan ketersediaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP), termasuk untuk pelayanan SPM dan cek kesehatan gratis.

“Kebutuhan obat-obatan dan BMHP dipastikan akan cukup hingga awal 2027, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat terus berjalan tanpa terkendala kekurangan kebutuhan pendukung,” tegasnya.

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas Pemkab Gunung Mas Capai Rp1,4 Miliar

Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas Pemkab Gunung Mas Capai Rp1,4 Miliar

Juru Bicara Fraksi Partai Perindo DPRD Gumas Singong menyampaikan jawaban atas nota keuangan tentang Rancangan Perubahan APBD 2026

Pemkab Gunung Mas Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026

Pemkab Gunung Mas Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026

Pemkab) Gunung Mas (Gumas) menyampaikan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dalam rapat paripurna ke-1 `

PMI Gunung Mas Salurkan Air Bersih ke Empat Desa Terdampak Kekeringan

PMI Gunung Mas Salurkan Air Bersih ke Empat Desa Terdampak Kekeringan

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer