KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan perbatasan luar izin PT GBSM, tepatnya di Blok 28/29 Estate 1 yang berbatasan dengan kawasan hutan Desa Baung, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Rabu (12/8). Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan setelah sekitar empat jam penanganan.
Informasi kebakaran diterima petugas pengamanan Polsek Seruyan Hilir sekitar pukul 12.00 WIB. Aiptu Sugito yang saat itu melaksanakan pengamanan di lingkungan PT GBSM langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan membantu proses pemadaman.
Setibanya di lokasi, personel kepolisian bersama karyawan perusahaan melakukan upaya pengendalian api. Sekitar 60 karyawan PT GBSM dikerahkan untuk mencegah api menjalar ke kawasan hutan dan lahan di sekitarnya.
Pemadaman menghadapi tantangan karena lokasi merupakan lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di dalam tanah. Untuk mempercepat penanganan, PT GBSM mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran, tiga mesin pompa air, dan tiga unit ekskavator.
Setelah sekitar empat jam penanganan, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB. Luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar dua hektare.
Petugas kemudian melakukan pengecekan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api atau bara yang berpotensi kembali menyala.
Kapolsek Seruyan Hilir Ipda Eko Andrianto mengapresiasi respons cepat personel kepolisian dan pihak perusahaan dalam menangani kebakaran tersebut.
“Kondisi lahan gambut memang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pihak sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.
Eko mengatakan kesiapsiagaan perlu terus diperkuat karena kondisi cuaca yang cenderung kering dapat meningkatkan risiko karhutla. Setiap informasi mengenai potensi kebakaran, menurutnya, harus segera ditindaklanjuti.
“Kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang kering. Setiap informasi terkait karhutla harus segera ditindaklanjuti agar api tidak berkembang dan sulit dikendalikan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, perusahaan, dan masyarakat dalam mencegah karhutla. Deteksi dini dan kecepatan penanganan dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas.
“Kami akan terus mendorong sinergi dengan pihak perusahaan maupun masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas,” pungkasnya. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno