Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kebun Warga di Kuala Pembuang Terbakar

M. Rifani Dewantara • Kamis, 16 Juli 2026 | 12:13 WIB

 

Petugas BPBD Seruyan memadamkan kebakaran lahan di Jalan Tjilik Riwut, Kuala Pembuang, Rabu (15/7).  (RIFANI/RADAR SAMPIT)
Petugas BPBD Seruyan memadamkan kebakaran lahan di Jalan Tjilik Riwut, Kuala Pembuang, Rabu (15/7). (RIFANI/RADAR SAMPIT)

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Seruyan. Kali ini, kebakaran melanda kebun milik warga di kawasan Jalan Tjilik Riwut, Kuala Pembuang, pada Rabu (15/7).

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman guna mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Kepala BPBD Seruyan Agus Supriadi mengatakan, kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan membuat lahan menjadi kering serta mudah terbakar. Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Dalam kondisi cuaca seperti sekarang, api sangat mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” kata Agus.

Menurut Agus, pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko karhutla selama musim kemarau. Ia menilai peran aktif masyarakat sangat penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Ia juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Laporan cepat dinilai dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas.

“Kalau mengetahui adanya kebakaran atau aktivitas yang berpotensi memicu karhutla, segera laporkan kepada BPBD, pemerintah desa, atau aparat setempat agar bisa segera ditangani,” ujarnya.

Agus berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan.

“Kesadaran bersama menjadi kunci untuk mencegah karhutla yang setiap tahun berpotensi mengancam permukiman, kebun warga, hingga kualitas udara di Kabupaten Seruyan,” tandasnya. (rdw/yit) 

 

Editor : Heru Prayitno
seruyan karhutla