KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Seekor ular yang masuk ke dapur rumah warga di Jalan D.I. Panjaitan, Gang Mangga, Kelurahan Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir, sempat membuat penghuni rumah panik, Kamis (2/7) dini hari.
Beruntung, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Seruyan bergerak cepat sehingga satwa melata tersebut berhasil dievakuasi dengan aman.
Laporan diterima Damkar sekitar pukul 01.11 WIB dari seorang warga bernama Iskandar. Hanya dua menit berselang, Regu 2 langsung meluncur ke lokasi menggunakan kendaraan roda dua.
Baca Juga: Pengurus FPK Seruyan Dilantik, Bupati Minta Aktif Cegah Konflik Sosial
Petugas tiba pada pukul 01.14 WIB dan segera melakukan penyisiran di area dapur tempat ular terakhir terlihat. Setelah posisi ular dipastikan, petugas menggunakan alat tangkap khusus untuk mengamankan satwa tersebut.
Proses evakuasi berlangsung cepat. Dalam waktu sekitar 10 menit, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan di dalam rumah.
Personel Damkar Seruyan, Haryadi, mengatakan setiap laporan masyarakat mengenai kemunculan satwa liar langsung ditindaklanjuti karena berpotensi membahayakan penghuni rumah.
Baca Juga: 23 Menit Beres! Damkar Seruyan Jinakkan Kebakaran Lahan Sebelum Meluas
"Begitu menerima informasi, kami langsung bergerak menuju lokasi. Prioritas kami adalah memastikan ular dapat dievakuasi dengan aman sehingga tidak membahayakan warga maupun petugas," ujarnya.
Menurut Haryadi, keberadaan ular di area dapur berhasil diketahui dengan cepat sehingga proses penanganan dapat dilakukan tanpa kendala.
"Penanganan berjalan lancar karena posisi ular dapat segera diketahui. Dengan peralatan yang kami miliki, proses evakuasi bisa dilakukan dalam waktu relatif singkat," katanya.
Damkar Seruyan juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular sendiri apabila menemukannya di dalam rumah atau lingkungan permukiman.
"Jika menemukan ular atau satwa liar lain yang berpotensi membahayakan, sebaiknya segera hubungi Damkar. Jangan melakukan penanganan sendiri karena berisiko menimbulkan kecelakaan atau gigitan," pungkas Haryadi. (rdw/fm)
Editor : Farid Mahliyannor