KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Kemunculan seekor anak ular king kobra di atas etalase sebuah apotek di Jalan Ais Nasution, Kuala Pembuang II, Kabupaten Seruyan, sempat membuat warga waspada, Sabtu (6/6/2026).
Beruntung, laporan yang diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seruyan langsung ditindaklanjuti sehingga ular berbisa tersebut berhasil dievakuasi dengan aman.
Keberadaan ular king kobra pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Husainal kepada petugas Animal Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seruyan sekitar pukul 08.26 WIB.
Mendapat laporan tersebut, Regu 1 Animal Rescue yang dipimpin Komandan Regu (Danru) Joni Yanur langsung bergerak menuju lokasi hanya dua menit setelah laporan diterima.
Tim tiba di lokasi pada pukul 08.31 WIB dan segera melakukan penanganan terhadap ular yang ditemukan berada di atas etalase apotek.
Setelah melakukan proses evakuasi sesuai prosedur, petugas berhasil mengamankan satwa berbisa tersebut tanpa kendala berarti.
Operasi penyelamatan dinyatakan selesai pada pukul 08.41 WIB atau sekitar 15 menit sejak laporan pertama diterima petugas.
Meski kondisi cuaca saat itu sedang hujan, proses evakuasi tetap berjalan lancar. Tidak ada korban maupun kerusakan yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
Danru Damkar Seruyan, Joni Yanur, mengatakan pihaknya selalu berupaya merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait keberadaan satwa liar yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak ke lokasi. Penanganan dilakukan sesuai prosedur agar keselamatan masyarakat maupun satwa tetap terjaga,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan ular, khususnya jenis berbisa seperti king kobra.
Menurutnya, tindakan yang tidak tepat dapat membahayakan keselamatan dan berisiko menimbulkan korban akibat gigitan ular.
“Jika menemukan ular, terutama jenis berbisa, segera hubungi petugas. Jangan melakukan penanganan sendiri karena berisiko menimbulkan korban akibat gigitan maupun kesalahan saat evakuasi,” tegasnya.
Dalam operasi tersebut, Regu 1 Animal Rescue menerjunkan enam personel piket dan satu personel tambahan nonpiket untuk membantu proses evakuasi.
Damkar Seruyan juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan satwa liar, terutama saat musim hujan yang kerap membuat ular keluar dari habitatnya dan masuk ke lingkungan permukiman maupun bangunan warga. (rdw)
Editor : Slamet Harmoko