Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mobil Mewah Isi BBM Subsidi Berulang

Koko Sulistyo
Penulis: Koko Sulistyo❯
Pengawasan distribusi BBM di sejumlah SPBU di Kobar oleh Polres Kotawaringin Barat, Jumat 24 April 2026. (ist/radar sampit)
Pengawasan distribusi BBM di sejumlah SPBU di Kobar oleh Polres Kotawaringin Barat, Jumat 24 April 2026. (ist/radar sampit)

Advertisement

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – PT Pertamina Patra Niaga akan memasang kamera pengawas (CCTV) di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kotawaringin Barat sebagai upaya memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah ini dilakukan menyusul dugaan penyalahgunaan barcode oleh pelangsir, termasuk modus penggunaan mobil mewah untuk membeli BBM bersubsidi secara berulang.

Rencana tersebut mengemuka dalam rapat yang dipimpin Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, bersama PT Pertamina Patra Niaga, pengelola SPBU, serta aparat Kepolisian dan TNI. Pertemuan membahas antrean panjang dan sulitnya masyarakat memperoleh BBM bersubsidi di SPBU.

Advertisement

Sales Branch Manager II Fuel Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Lucky Haryanto mengatakan, CCTV akan digunakan untuk memantau penggunaan barcode sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Ia menegaskan barcode BBM bersubsidi bersifat pribadi dan hanya dapat digunakan pada kendaraan yang telah terdaftar. Selain itu, operator SPBU diwajibkan mencocokkan barcode dengan nomor polisi kendaraan sebelum melayani pengisian.

Bupati Nurhidayah mengatakan, stok BBM di Kotawaringin Barat sebenarnya masih mencukupi kebutuhan masyarakat meskipun pasokan sempat berkurang. Menurutnya, persoalan utama terletak pada pengawasan distribusi di tingkat SPBU dan masih terjadinya penyalahgunaan barcode.

Advertisement

Ia menilai pemerintah daerah tidak mungkin melakukan pengawasan selama 24 jam. Karena itu, sistem barcode perlu dievaluasi agar penyaluran BBM bersubsidi lebih adil bagi masyarakat yang berhak.

Selain itu, Nurhidayah mengusulkan penambahan SPBU di sejumlah wilayah, seperti Kotawaringin Lama dan daerah lainnya, untuk mengurangi kepadatan antrean. Pemerintah daerah juga meminta pengetatan pengawasan terhadap pengecer, termasuk mempertimbangkan penggunaan STNK sebagai salah satu instrumen pengawasan.

Pemilik SPBU Paku Negara, Rudi, mengatakan pihaknya selama ini melayani pembelian sesuai ketentuan. Selama barcode masih aktif dan memenuhi persyaratan, SPBU tidak memiliki kewenangan menolak konsumen meski melakukan pembelian berulang sesuai kuota yang dimiliki.

Menurut Rudi, antrean panjang tidak semata-mata disebabkan keterbatasan stok, melainkan juga banyaknya pengecer yang membeli BBM bersubsidi untuk dijual kembali. Ia berharap praktik tersebut dapat ditertibkan sehingga antrean berkurang dan masyarakat, termasuk pengemudi ojek online maupun Maxim, tidak lagi menunggu terlalu lama.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pelangsir BBM di Sampit Bisa Senyum Lagi, 8 Mobil Sitaan Polisi Dipulangkan

Pelangsir BBM di Sampit Bisa Senyum Lagi, 8 Mobil Sitaan Polisi Dipulangkan

Kasatlantas Polres Kotawaringin Timur AKP Hariyanto mengatakan, seluruh kendaraan tersebut telah dikembalikan sejak Kamis (21/5)

Pelangsir BBM Barsel Dibekuk Polisi, Pelaku Dapat Untung Besar Karena Dijual ke Bartim

Pelangsir BBM Barsel Dibekuk Polisi, Pelaku Dapat Untung Besar Karena Dijual ke Bartim

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria bernama Maulidi alias M, warga Desa Bararawa, Kecamatan Pematang Karau

Pelaku Usaha Menjerit Karena Antrean BBM, Kadin Kotim Soroti Ulah Para Pelangsir

Pelaku Usaha Menjerit Karena Antrean BBM, Kadin Kotim Soroti Ulah Para Pelangsir

antrean panjang BBM yang terjadi belakangan ini membuat banyak pelaku usaha kesulitan menjalankan aktivitas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer