KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com — Kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Seruyan menjelang Iduladha 2026 diproyeksikan meningkat. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Seruyan memastikan stok ternak dalam kondisi aman dan masih surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan, kebutuhan hewan kurban tahun 2026 diperkirakan mencapai 550 ekor sapi dan 130 ekor kambing. Sementara itu, kebutuhan kerbau dipastikan nihil.
Kepala DKPP Seruyan, Sri Susanti, mengatakan proyeksi tersebut disusun berdasarkan kajian tim teknis bidang peternakan dengan melihat tren pemotongan hewan kurban dalam beberapa tahun terakhir.
“Perkiraan kebutuhan tahun 2026 sekitar 550 ekor sapi dan 130 ekor kambing. Kalau kerbau memang kosong,” ujarnya saat ditemui Radar Sampit, Rabu (13/5) sore.
Ia menjelaskan, berdasarkan neraca kebutuhan hewan kurban Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, ketersediaan sapi potong di Seruyan saat ini mencapai 612 ekor dan kambing sebanyak 287 ekor.
Dengan proyeksi tersebut, Kabupaten Seruyan masih mencatat surplus 62 ekor sapi dan 157 ekor kambing. Adapun stok kerbau tercatat sebanyak 10 ekor dengan kebutuhan nihil, sehingga seluruhnya dinilai aman. Secara keseluruhan, neraca hewan kurban Seruyan tahun 2026 surplus 229 ekor.
Menurut Sri, kondisi itu menjadi sinyal positif bagi kesiapan daerah dalam menghadapi peningkatan permintaan hewan kurban saat Iduladha. Meski demikian, pihaknya tetap memprioritaskan pengawasan kesehatan ternak.
“Pengawasan kesehatan hewan tetap menjadi prioritas agar ternak yang dipotong benar-benar sehat dan layak konsumsi,” katanya.
Data DKPP mencatat, pada Iduladha 2025 jumlah sapi yang dipotong mencapai 530 ekor dan kambing sebanyak 125 ekor. Pemotongan dilakukan di 176 titik yang tersebar di sembilan kecamatan dengan melibatkan 246 juru sembelih dan 2.588 panitia kurban.
Kecamatan Seruyan Hilir menjadi wilayah dengan jumlah pemotongan terbanyak, yakni 105 ekor sapi dan 30 ekor kambing. Disusul Kecamatan Seruyan Tengah dengan 98 ekor sapi dan 36 ekor kambing, serta Kecamatan Hanau sebanyak 94 ekor sapi.
“Dari hasil pemeriksaan petugas DKPP selama pelaksanaan kurban tahun lalu, tidak ditemukan adanya penyakit pada ternak yang diperiksa,” jelasnya.
Sri memastikan pengawasan kesehatan hewan akan kembali diperketat menjelang Iduladha 2026. Ia menambahkan, data kebutuhan dan ketersediaan hewan kurban masih terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno