Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pemkab Seruyan Komitmen Wujudkan SPMB yang Bersih dan Transparan

M. Rifani Dewantara • Jumat, 15 Mei 2026 | 09:56 WIB

 

Pemerintah Kabupaten Seruyan menandatangani komitmen bersama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula BKAD Kuala Pembuang, Rabu (13/5). (RIFANI/RADAR SAMPIT )  
Pemerintah Kabupaten Seruyan menandatangani komitmen bersama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula BKAD Kuala Pembuang, Rabu (13/5). (RIFANI/RADAR SAMPIT )  

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan menandatangani komitmen bersama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula BKAD Kuala Pembuang, Rabu (13/5/2026).

Penandatanganan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan proses penerimaan murid baru di Kabupaten Seruyan berjalan objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Kegiatan itu dihadiri Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, DPRD, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan, Welduline, mengatakan kesepakatan bersama itu menjadi bentuk komitmen seluruh pihak untuk mencegah persoalan dalam pelaksanaan SPMB.

“MoU SPMB ini sangat penting. Artinya, kita bersama-sama berkomitmen menjaga agar proses SPMB di Kabupaten Seruyan bisa terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dan adil,” katanya.

Menurut Welduline, pemerataan layanan pendidikan menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Karena itu, penempatan peserta didik akan disesuaikan dengan zonasi dan kebutuhan rombongan belajar (rombel) di masing-masing sekolah.

Ia menilai sistem tersebut dapat menghindari penumpukan siswa di sekolah tertentu, sementara sekolah lain kekurangan peserta didik.

“Kalau memang alamatnya berada di wilayah sekolah A dan kuotanya masih tersedia, maka lebih baik diterima di sekolah tersebut. Ini supaya pemerataan pendidikan benar-benar berjalan,” ujarnya.

Welduline juga menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak, termasuk pengawasan dari Forkopimda dan masyarakat, agar proses penerimaan siswa baru berjalan tertib dan mendapat kepercayaan publik.

Dalam komitmen tersebut, seluruh pihak sepakat menjaga integritas pelaksanaan SPMB, mencegah segala bentuk penyimpangan, serta memastikan masyarakat memperoleh keadilan dalam akses pendidikan.

Sementara itu, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan pendidikan merupakan layanan dasar yang menjadi tanggung jawab bersama.

Menurutnya, proses penerimaan murid baru harus dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan agar seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama mendapatkan pendidikan bermutu.

“Pendidikan adalah sesuatu yang penting dan strategis. Dan itu dimulai sejak proses penerimaan murid baru,” tegasnya.

Bupati juga meminta prinsip zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua atau wali diterapkan secara proporsional dan tepat sasaran.

Ia menambahkan, kondisi geografis Kabupaten Seruyan yang terdiri atas 10 kecamatan dengan akses infrastruktur berbeda menjadi tantangan dalam pemerataan pendidikan.

Karena itu, Ahmad Selanorwanda meminta seluruh unsur pemerintah, aparat penegak hukum, dan insan pers ikut mengawasi pelaksanaan SPMB agar tidak terjadi praktik yang merugikan masyarakat.

“Saya berharap semuanya berjalan baik, sukses, adil, dan terbuka. Sehingga seluruh anak-anak kita bisa mengakses pendidikan bermutu sesuai zonasi yang berkeadilan,” tandasnya. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#spmb #seruyan