KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Kabupaten Seruyan diproyeksikan menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan di Kalimantan Tengah. Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan tanam padi di wilayah tersebut mencapai 6.500 hektare pada 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan Sri Susanti mengatakan, Seruyan saat ini menjadi daerah prioritas pengembangan pertanian padi setelah Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.
“Kalau Kalteng, target terbesar ketiga itu Seruyan setelah Kuala Kapuas dan Pulang Pisau. Bahkan, dalam Permentan target Seruyan mencapai 6.500 hektare,” ujarnya, Kamis (14/5).
Ia menjelaskan, penanaman padi dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah, mulai dari sekitar Kuala Pembuang, Mulyajaya, hingga Panimba. Program tersebut melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta perguruan tinggi.
Menurut Sri, progres pengembangan sawah terus berjalan. Sebagian lahan telah diolah dan kembali ditanami setelah panen perdana.
“Panimba kemarin sudah panen sekitar 28 hektare dan sekarang tanam lagi. Untuk yang dikawal di wilayah sini sekitar 549 hektare,” katanya.
Namun, pengembangan sawah di Seruyan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya minimnya tenaga petani karena banyak masyarakat beralih bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.
Selain itu, kondisi geografis wilayah hulu yang masih didominasi hutan lebat menyulitkan akses alat berat untuk membuka lahan baru.
“Kalau di wilayah atas masih banyak hutan sehingga alat berat tidak bisa masuk. Kalau mau harus lewat tongkang, jadi infrastrukturnya memang belum mendukung,” jelasnya.
Sri juga mengakui beberapa titik tanam sempat mengalami gagal tanam akibat perubahan debit air sungai. Benih yang ditebar hanyut karena permukaan air meningkat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Seruyan memilih fokus membenahi lahan pertanian yang sudah ada dibanding membuka lahan baru secara besar-besaran.
Wilayah Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur menjadi prioritas pengembangan karena dinilai paling potensial mendukung program swasembada pangan.
“Kami lebih fokus membenahi yang sudah ada, seperti pengairan, gorong-gorong, dan sarana pendukung lainnya supaya lebih maksimal,” ucapnya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Seruyan juga mulai menyusun Masterplan Pertanian bersama Bappeda. Dokumen itu akan memuat pengembangan komoditas, tata kelola lahan, hingga sistem irigasi jangka panjang.
Pemerintah daerah juga mengusulkan penggunaan sistem irigasi modern berbasis tenaga surya atau Jaringan Irigasi Air Tanah (JIA) agar petani tidak lagi bergantung pada pasang surut sungai.
“Kalau hanya mengandalkan pasang surut memang repot. Karena itu, kami mengusulkan JIA tenaga surya supaya air tersedia sepanjang waktu,” pungkasnya. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno