KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di tingkat desa sebagai upaya memperkuat penanganan yang lebih terpadu, cepat, dan terkoordinasi.
Kesepakatan pembentukan Satgas tersebut dicapai dalam rapat yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Hanau, Kamis (23/4), dengan melibatkan unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa.
Rapat dihadiri Camat Hanau Abdi Radhiyanie, Kasi Pelayanan Sosial Kecamatan Hanau Ismayanti, Kanit Binmas Polsek Hanau Aipda Rio Bayu, perwakilan UPTD Puskesmas Pembuang Hulu, serta para kepala desa di wilayah Kecamatan Hanau.
Camat Hanau, Abdi Radhiyanie, menegaskan penanganan ODGJ tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah desa, RT, hingga keluarga dalam pemantauan warga.
“Setiap desa diminta lebih aktif memantau warganya. Kepala desa kami minta membentuk Satgas di tingkat desa dengan melibatkan RT agar pendataan dan pengawasan bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Dari unsur kepolisian, Kanit Binmas Polsek Hanau Aipda Rio Bayu menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penanganan ODGJ, termasuk pendampingan di lapangan bersama tenaga kesehatan serta pengamanan apabila diperlukan.
“Kami siap mendampingi pemerintah kecamatan dan desa serta pihak kesehatan. Pendampingan dan pengamanan akan dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.
Sementara itu, UPTD Puskesmas Pembuang Hulu telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan terkait penanganan medis pasien ODGJ, termasuk upaya penjangkauan terhadap pasien yang belum terdata.
Para kepala desa yang hadir juga menyatakan komitmen untuk segera membentuk Satgas ODGJ di wilayah masing-masing serta melakukan pendataan warga ODGJ, termasuk yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, guna memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.
Dengan pembentukan Satgas tersebut, pemerintah kecamatan berharap penanganan ODGJ di Kecamatan Hanau dapat berjalan lebih cepat, manusiawi, dan terkoordinasi antarinstansi. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno