Facebook Tak Lagi Sekadar Tempat Update Status, Marketplace Kini Jadi Andalan Jual-Beli

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:08 WIB
Ilustrasi Facebook
Ilustrasi Facebook

 

JAKARTA – Facebook mungkin tidak lagi identik dengan tempat anak muda membagikan status harian, foto aktivitas, atau curhat seperti pada masa awal kejayaannya. Namun, platform besutan Meta tersebut belum sepenuhnya kehilangan pengguna muda.

Data terbaru Pew Research Center menunjukkan, Facebook masih digunakan oleh 68 persen orang dewasa Amerika Serikat berusia 18–29 tahun.

Angka tersebut memang berada di bawah Instagram yang mencapai 80 persen dan TikTok sebesar 63 persen, tetapi menunjukkan bahwa Facebook belum sepenuhnya ditinggalkan kelompok usia muda.

Survei yang dilakukan Pew Research Center pada 2025 juga menunjukkan bahwa pola penggunaan Facebook berbeda dibanding platform yang lebih populer di kalangan anak muda. Untuk kelompok usia 18–29 tahun, penggunaan harian Facebook tercatat 49 persen. Sementara itu, penggunaan harian YouTube mencapai 66 persen dan TikTok 47 persen.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa posisi Facebook di ekosistem media sosial kini tidak bisa hanya dilihat dari seberapa sering pengguna mengunggah kehidupan pribadi. Platform tersebut memiliki fungsi lain yang membuatnya tetap digunakan, termasuk untuk mencari informasi, berkomunitas, serta melakukan transaksi.

Salah satu fungsi yang tersedia di Facebook adalah Marketplace. Fitur ini memungkinkan pengguna menawarkan dan mencari berbagai barang secara langsung melalui platform.

Meta sendiri menjelaskan bahwa pengguna dapat menjual barang melalui Facebook Marketplace, grup jual-beli, maupun halaman Facebook. Di sejumlah wilayah, pengguna juga dapat menggunakan opsi pengiriman, bergantung pada lokasi dan layanan yang tersedia.

Kehadiran Marketplace membuat Facebook tidak hanya berfungsi sebagai jejaring sosial. Pengguna dapat memanfaatkan platform tersebut untuk mencari barang yang dibutuhkan, membandingkan penawaran, kemudian berkomunikasi langsung dengan penjual.

Model seperti ini juga membuat Facebook memiliki ruang tersendiri untuk transaksi yang mengandalkan kedekatan lokasi. Pembeli dan penjual dapat menentukan komunikasi maupun mekanisme transaksi secara langsung sesuai kesepakatan.

Selain Marketplace, grup jual-beli dan komunitas menjadi bagian lain dari ekosistem Facebook. Meta secara resmi menyediakan fasilitas bagi pengguna untuk menjual barang melalui grup jual-beli.

Anak Muda Tidak Sepenuhnya Meninggalkan Facebook

Anggapan bahwa anak muda sudah meninggalkan Facebook sepenuhnya juga tidak didukung oleh data penggunaan terbaru.

Pew Research Center mencatat Facebook tetap menjadi salah satu platform yang digunakan mayoritas orang dewasa di AS.

Bahkan, untuk kelompok usia 18–29 tahun, 68 persen responden menyatakan menggunakan Facebook. Namun, platform lain seperti Instagram dan TikTok memiliki tingkat penggunaan yang lebih tinggi di kelompok usia tersebut.

Perbedaan tersebut memperlihatkan adanya perubahan pola penggunaan. Facebook bukan lagi satu-satunya tempat bagi anak muda untuk berinteraksi di dunia digital. Mereka memiliki lebih banyak pilihan platform dengan karakter dan fungsi yang berbeda.

Dalam konteks konsumsi berita pun Facebook masih memiliki pengguna muda. Survei Pew Research Center pada Agustus 2025 mencatat 41 persen orang dewasa berusia 18–29 tahun di AS mengatakan mereka secara rutin memperoleh berita dari Facebook.

Angka itu hampir sama dengan YouTube dan Instagram, masing-masing 41 persen dan 40 persen, sementara TikTok mencapai 43 persen.

Artinya, perubahan kebiasaan digital tidak otomatis berarti Facebook kehilangan seluruh pengguna mudanya. Yang berubah adalah cara dan alasan mereka menggunakan platform tersebut.

Dari Ruang Ekspresi ke Banyak Fungsi

Perjalanan Facebook menunjukkan bagaimana sebuah platform dapat memiliki fungsi yang terus berkembang. Ketika pertama kali populer, aktivitas pengguna banyak berkaitan dengan jejaring pertemanan dan berbagi kehidupan sehari-hari.

Kini, pengguna dapat memanfaatkan Facebook untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengikuti komunitas, memperoleh informasi, hingga mencari dan menjual barang melalui Marketplace.

Bagi pengguna yang mencari barang tertentu, keberadaan Marketplace dan grup jual-beli memberikan alternatif untuk berkomunikasi langsung dengan penjual.

Namun, transaksi melalui platform tersebut tetap memiliki risiko sehingga pengguna perlu melakukan pemeriksaan terhadap barang, penjual, metode pembayaran, dan lokasi pertemuan.

Facebook sendiri menyediakan panduan keamanan bagi pengguna Marketplace, termasuk informasi mengenai cara memeriksa penjual, sistem penilaian, serta kewaspadaan terhadap penipuan.

Pada akhirnya, keberadaan Facebook di kalangan pengguna muda pada 2026 tidak sesederhana soal ditinggalkan atau masih populer.

Platform tersebut memang menghadapi persaingan kuat dari Instagram, TikTok, YouTube, dan platform lainnya, tetapi masih memiliki fungsi yang membuatnya tetap digunakan.

Salah satunya adalah Marketplace dan komunitas jual-beli yang mengubah Facebook dari sekadar ruang berbagi aktivitas menjadi platform dengan fungsi sosial sekaligus transaksional. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
Update Status facebook jual beli marketplace