Kabut Asap Karhutla Mengancam Anak, Ini Pilihan Masker yang Tepat

Rm-110 • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:42 WIB
Ilustrasi anak-anak berangkat ke sekolah dengan kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. (gemini) 

 
Ilustrasi anak-anak berangkat ke sekolah dengan kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. (gemini)  

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Sampit, bukan sekadar mengganggu jarak pandang. Partikel halus dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak.

Anak termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap paparan asap karena sistem pernapasan mereka masih berkembang.

Paparan asap karhutla dapat memicu batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, hingga memperburuk kondisi anak yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma.

Ketika kualitas udara memburuk, langkah utama yang dianjurkan bukan hanya menggunakan masker, tetapi juga mengurangi paparan asap. Anak sebaiknya tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kabut asap sedang pekat.

Bukan Semua Masker Efektif Menahan Asap

Banyak masyarakat memilih menggunakan masker ketika beraktivitas di tengah kabut asap. Namun, jenis masker yang digunakan menentukan seberapa besar perlindungan terhadap partikel halus dari asap.

Untuk orang yang harus keluar rumah saat udara berasap, respirator yang memiliki kemampuan menyaring partikel halus dan dipasang rapat di wajah memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan masker kain atau masker bedah.

CDC menyebut respirator seperti N95 atau P100 dapat membantu mengurangi paparan partikel dari asap kebakaran jika digunakan dengan benar.

Untuk anak usia 2 tahun ke atas, respirator dapat digunakan apabila tersedia ukuran yang sesuai dan anak mampu mengenakannya dengan benar.

Masker harus menutup hidung hingga bawah dagu dan tidak mengganggu penglihatan. Respirator yang terlalu besar atau tidak rapat justru mengurangi manfaat perlindungannya.

Pilihan Masker untuk Anak

1. KN95 atau KF94 ukuran anak

KN95 atau KF94 dengan ukuran yang sesuai dapat menjadi pilihan untuk membantu menyaring partikel halus ketika anak harus berada di luar ruangan. Hal terpenting bukan hanya jenis maskernya, tetapi juga kecocokan ukuran dan kemampuan anak menggunakannya dengan benar.

Pastikan masker menutup hidung dan mulut serta tidak menyisakan celah besar di sekitar pipi.

2. N95 ukuran yang sesuai

N95 merupakan respirator yang dirancang untuk menyaring partikel udara. Namun, tidak semua produk N95 memiliki ukuran yang cocok untuk anak.

Karena itu, jangan memaksakan N95 dewasa kepada anak. Jika ukurannya terlalu besar dan tidak dapat membentuk penutupan yang baik pada wajah, perlindungannya menjadi tidak optimal.

3. Masker bedah

Masker bedah bukan pilihan utama untuk melindungi anak dari partikel halus asap karhutla. Masker jenis ini tidak dirancang untuk membentuk segel rapat pada wajah seperti respirator.

Jika kondisi udara buruk, langkah yang lebih efektif adalah mengurangi paparan dengan tetap berada di dalam ruangan dan menggunakan penyaring udara apabila tersedia.

Anak di Bawah 2 Tahun Tidak Dianjurkan Memakai Masker

Orang tua perlu memberikan perhatian khusus kepada anak berusia di bawah 2 tahun. Kelompok usia ini tidak dianjurkan menggunakan masker karena adanya risiko keselamatan, termasuk kesulitan bernapas atau tersedak.

Untuk bayi dan balita, perlindungan terbaik adalah mengurangi paparan asap. Jauhkan anak dari aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan upayakan berada di ruangan dengan udara yang lebih bersih.

Masker untuk Orang Dewasa

Bagi orang dewasa yang harus beraktivitas di luar ruangan ketika kabut asap masih pekat, respirator N95 atau P100 dapat membantu mengurangi paparan partikel asap apabila dipasang dan digunakan dengan benar.

KN95 atau respirator standar internasional yang sesuai juga dapat menjadi pilihan. Namun, efektivitas respirator sangat bergantung pada kecocokan dengan wajah. Celah di sekitar hidung, pipi, atau dagu dapat membuat partikel asap masuk melalui sisi masker.

Sementara itu, masker kain, bandana, dan masker bedah tidak memberikan perlindungan yang setara terhadap partikel halus dari asap karhutla.

Masker sebaiknya tidak menjadi satu-satunya perlindungan ketika kabut asap melanda. Cara paling efektif untuk mengurangi paparan adalah menghindari asap sebanyak mungkin.

Orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut:

Kabut asap karhutla bukan kondisi yang bisa dianggap sepele. Perlindungan terbaik tetap dengan mengurangi paparan, sementara respirator yang sesuai dapat menjadi perlindungan tambahan bagi orang yang harus berada di luar ruangan. (rth/sla)

Editor : Slamet Harmoko
masker untuk anak jenis-jenis masker kabut asap