Menerjang Badai Partikel: Cara Melindungi Paru-Paru Saat Kabut Asap Karhutla Menerpa

Farid Mahliyannor • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:43 WIB
Warga bersepeda tampak menutup hidup karena pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur, Sabtu pagi (8/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Warga bersepeda tampak menutup hidup karena pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur, Sabtu pagi (8/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

 

Radarsampit.jawapos.com - Langit biru berubah kelabu, dan udara segar berganti aroma hangus yang menyengat. Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali membawa ancaman tahunan yang tak kasat mata namun mematikan: Kabut Asap.

Bagi jutaan keluarga di kawasan terdampak, hirupan udara harian kini membawa triliunan partikel mikroskopis/PM_2.5 yang siap merusak sistem pernapasan dan imunitas tubuh.

Bagaimana Anda dan keluarga dapat bertahan di tengah krisis kualitas udara ini? Para ahli medis membagikan panduan krusial untuk menjaga paru-paru tetap terlindungi.

Baca Juga: Dampak Kemarau, Sungai-Sungai di Palangka Raya Semakin Dangkal

Benteng Pertahanan Pertama: Proteksi Fisik

Merumahkan diri adalah langkah awal, namun mempertahankan kualitas udara steril di sekitar tempat tinggal membutuhkan strategi yang tepat:

-         Tingkatkan Standar Masker Anda

Tinggalkan sejenak masker kain atau masker bedah biasa. Untuk menahan partikel PM_2.5 yang mampu menembus hingga ke kantung udara (alveoli), Anda memerlukan respirator standar N95, KN95, atau KF94 dengan kerapatan presisi.

-         Ciptakan Safe Zone di Dalam Rumah

Tutup rapat pintu dan jendela. Jika menggunakan pendingin udara (AC), pastikan Anda mengaktifkan fitur recirculate agar sistem tidak menarik udara kotor dari luar.

-         Optimalkan Filter HEPA

Penggunaan air purifier berfilter HEPA (High-Efficiency Particulate Air) di ruang keluarga atau kamar tidur terbukti menurunkan konsentrasi partikel berbahaya secara signifikan.

Baca Juga: Kabut Asap Makin Pekat, PAUD di Palangka Raya Beralih ke Pembelajaran Daring

Pertahanan Dari Dalam: Memperkuat Nutrisi & Imunitas

Ancaman asap bukan hanya soal sesak napas, tetapi juga paparan radikal bebas mematikan yang memicu inflamasi sistemik.

-         Hidrasi Maksimal

Minum air putih setidaknya 2 hingga 2,5 liter sehari. Cairan yang cukup membantu menjaga kelembapan selaput lendir di saluran pernapasan, memudarkan dahak, serta meluruhkan racun yang tersangkut di tenggorokan.

-         Perisai Antioksidan

Tingkatkan konsumsi buah dan sayur berwarna cerah yang kaya akan Vitamin C, Vitamin E, dan Betakaroten. Nutrisi ini bertindak sebagai perisai alami melawan stres oksidatif pada sel-sel paru.

-         Dekontaminasi Total

Jadikan kegiatan mandi, mencuci rambut, dan mengganti pakaian sebagai ritual wajib sesampainya di rumah setelah terpaksa beraktivitas di luar.

Baca Juga: Asap Makin Parah, Jarak Pandang Sangat Pendek

Catatan Medis: Segera kunjungi posko kesehatan atau fasilitas medis terdekat jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala seperti sesak napas akut, nyeri dada, batuk tak berhentinya, atau iritasi mata yang parah. (*/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering kemarau kabut asap ispa karhutla