Kepada Yang terhormat, Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur
Ayahanda H. Halikinnor
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Shalom, Om Swastyastu, Namo Buddhaya dan Salam Kebajikan bagi kita semua.
Tabe Salamat Lingu Nalatai, Salam Sujud Karendem Malempang. Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata, Arus.
Ayahanda izinkan untuk memperkenalkan diri, saya Siswi SMP Negeri 1 Sampit Karisa Dewi Chrisananta, yang saat ini sedang menempuh pendidikan kelas 8. Puji Tuhan Yang Maha Esa yang atas rahmat-Nya senantiasa memberikan Ayahanda kesehatan dalam memimpin Bumi Habaring Hurung ini. Dari Penataan Terowongan Nur Mentaya hingga peningkatan fasilitas publik yang membuat Sampit semakin membanggakan.
Namun, Ayahanda melalui surat ini izinkan saya mewakili masyarakat untuk menyampaikan sebuah keresahan mengenai kondisi kesehatan lingkungan di sepanjang aliran Sungai Mentaya. Berdasarkan pengamatan saya, masih banyak warga di bantaran sungai yang menggunakan fasilitas jamban yang sudah tidak layak dipakai. Bangunan yang rapuh dan ketiadaan sistem pembuangan yang sehat tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mencemari air sungai yang menjadi sumber kehidupan kita semua.
Kondisi fasilitas yang kurang memadai ini memaksa warga untuk terus membuang limbah domestik langsung ke sungai. Hal ini sangat mengkhawatirkan, mengingat air sungai tersebut masih digunakan untuk berbagai keperluan harian. Jika sanitasi ini tidak segera dibenahi, maka risiko penyebaran penyakit kulit dan pencemaran air akan semakin meningkat, yang tentu saja akan berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat Kotim dimasa depan. Kesehatan adalah hak setiap warga, namun bagi masyarakat dipinggiran sungai, fasilitas buang air yang layak masih menjadi sebuah kemewahan yang sulit digapai.
Sebagai solusi, masyarakat sangat berharap Ayahanda memberikan arahan bagi para pihak yang berwenang seperti Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), Camat, dan Lurah untuk memberikan bantuan berupa pembangunan jamban komunal yang sehat dan higienis, dengan modifikasi yang lebih modern dan tertutup. Penggunaan kayu yang awet bertahun-tahun, seperti kayu ulin dan memberikan edukasi kepada para warga untuk menjaga fasilitas jamban yang sudah diperbaiki, agar tetap terjaga dengan baik. Sungai Mentaya kita tidak hanya akan terlihat lebih cantik secara estetika, tetapi juga lebih sehat bagi ekosistem dan warga yang tinggal di sana.
Saya dan masyarakat sangat berharap aspirasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan Ayahanda untuk mewujudkan Sampit yang lebih bersih dan sehat. Terima kasih atas perhatian dan dedikasi Ayahanda dalam memimpin Bumi Habaring Hurung yang kita cintai ini.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hormat Saya,
Karisa Dewi Chrisananta
(Siswi SMP Negeri 1 Sampit)
Catatan redaksi: Rubrik ini dirancang sebagai ruang aspirasi, gagasan, dan suara hati pelajar untuk pemerintah daerah, khususnya Bupati Kotawaringin Timur. Surat terbuka ini berisi tentang pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, kesehatan, teknologi, fasilitas publik, hingga mimpi para pelajar terhadap masa depan Kotawaringin Timur.
Editor : Heru Prayitno