Pencarian Korban Helikopter MI-17 Terkendala Cuaca dan Lumpur di Perairan Seruyan

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Jumat, 6 November 2026 | 10:00 WIB
TERKENDALA: Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (6/11). (RIFANI/RADAR SAMPIT)
TERKENDALA: Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (6/11). (RIFANI/RADAR SAMPIT)

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com - Pencarian korban kecelakaan helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat (AD) di Kabupaten Seruyan masih terkendala cuaca dan kondisi lokasi. Lumpur tebal membuat tim penyelam belum bisa bekerja maksimal. Jumat (6/11).

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian. Namun, kondisi cuaca, gelombang, dan jarak pandang di lokasi menjadi hambatan.

"Kendalanya masih cuaca, gelombang, dan jarak pandang. Tim penyelam masih berupaya melakukan pencarian," katanya, Jumat (6/11).

Untuk memperkuat pencarian, personel dari sejumlah instansi turut dikerahkan. Di antaranya tujuh personel Marinir, Brimob, dan Basarnas. Masyarakat di sekitar lokasi juga ikut membantu.

Tim gabungan sebelumnya telah mencoba menggunakan kapal tunda atau tugboat untuk mendukung proses pencarian. Namun, upaya tersebut belum maksimal karena lumpur di lokasi masih cukup tebal.

"Tugboat sudah dicoba, tetapi lumpurnya masih banyak sekali. Jadi, penyelam belum bisa turun lagi. Kita tunggu cuaca membaik," jelasnya.

Zainul mengatakan, tim gabungan masih berada di lokasi untuk melanjutkan pencarian. Upaya tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk personel TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat setempat. (rdw)

Editor : Slamet Harmoko
helikopter tni ad jatuh Kecelakaan Helikopter TNI AD Pangdam Tambun bungai seruyan