PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan dua maskapai, NAM Air dan Batik Air, membatalkan penerbangan dari dan menuju Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), hingga 25 Oktober 2026.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengatakan jarak pandang di kawasan bandara pada Senin (19/10) hanya sekitar 150 meter akibat kepungan asap tebal.
“Hari ini kabut asap di bandara cukup tebal, dengan rata-rata visibility hanya 150 meter,” ujar Asri Alie, Senin (19/10).
Kondisi tersebut membahayakan keselamatan penerbangan sehingga kedua maskapai memperpanjang pembatalan jadwal penerbangan. NAM Air yang sebelumnya membatalkan penerbangan pada 18–20 Oktober, memperpanjang pembatalan hingga 21–25 Oktober 2026.
Langkah serupa dilakukan Batik Air. Maskapai tersebut membatalkan penerbangan pada 18–20 Oktober dan melanjutkannya hingga 21–25 Oktober 2026.
Pihak otoritas bandara menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi prioritas utama di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti kawasan bandara.
Pembatalan penerbangan ini berpotensi mengganggu perjalanan calon penumpang. Karena itu, masyarakat diimbau memeriksa status penerbangan melalui pusat layanan pelanggan (call center) atau aplikasi resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Calon penumpang juga disarankan mempertimbangkan penjadwalan ulang (reschedule) atau moda transportasi alternatif selama kondisi kabut asap belum membaik.
Asri mengatakan, otoritas bandara bersama pihak terkait terus memantau pergerakan angin dan ketebalan asap akibat karhutla untuk menentukan langkah operasional selanjutnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno