Ditemukan di Hutan Bekas Karhutla Kotim, Kukang Ini Luka dan Dehidrasi

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:00 WIB
Kukang tersebut ditemukan tim dari RMU bersama aktivis lingkungan saat menyisir kawasan hutan yang sebelumnya terdampak kebakaran. (Istimewa)
Kukang tersebut ditemukan tim dari RMU bersama aktivis lingkungan saat menyisir kawasan hutan yang sebelumnya terdampak kebakaran. (Istimewa)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menyisakan lahan yang hangus. Di balik kawasan hutan yang pernah dilalap api, ada satwa liar yang masih harus bertahan hidup.

Salah satunya seekor kukang yang ditemukan dalam kondisi luka dan dehidrasi di Dusun Lemiring, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Kukang tersebut ditemukan pada Sabtu (17/10) oleh tim RMU bersama aktivis lingkungan yang melakukan penyisiran di kawasan hutan sekitar lokasi bekas kebakaran.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan kukang itu ditemukan dalam kondisi membutuhkan penanganan. Selain mengalami dehidrasi, terdapat bekas luka di bagian bawah tubuhnya yang diduga akibat gesekan.

“Seekor kukang tersebut berhasil ditemukan di hutan sekitar lokasi bekas kebakaran oleh kawan-kawan RMU dan aktivis lingkungan saat melakukan penyisiran,” kata Muriansyah, Minggu (18/10).

Setelah ditemukan, kukang tersebut langsung dibawa ke klinik hewan untuk mendapatkan penanganan. Satwa itu direncanakan diserahkan kepada BKSDA pada Minggu siang atau sore sebelum menjalani proses pelepasliaran.

Penemuan ini menjadi salah satu perhatian dalam pemantauan satwa liar di kawasan sekitar bekas karhutla. Penyisiran yang dilakukan tim di lapangan tidak hanya membantu memantau kondisi hutan, tetapi juga membuka peluang menemukan satwa yang membutuhkan pertolongan.

Meski begitu, belum ada kepastian mengenai penyebab luka dan dehidrasi yang dialami kukang tersebut.

Kukang itu ditemukan di kawasan hutan yang sebelumnya terdampak kebakaran. Namun, belum ada keterangan yang memastikan apakah kondisi luka dan dehidrasi tersebut berkaitan langsung dengan peristiwa karhutla.

Sejauh ini, belum diketahui pula seberapa besar dampak kebakaran terhadap kondisi satwa tersebut maupun habitat di sekitarnya.

Penanganan kukang itu menjadi bagian dari upaya penyelamatan satwa yang ditemukan membutuhkan pertolongan di lapangan. Kondisi selanjutnya dan rencana pelepasliarannya masih menunggu proses penanganan serta koordinasi dengan BKSDA.

Di tengah upaya pemulihan kawasan setelah kebakaran, keberadaan satwa liar seperti kukang menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak cukup dilihat dari luas lahan yang terbakar. Kondisi satwa dan habitatnya juga perlu diperhatikan, meski penyebab pasti kondisi kukang yang ditemukan di Ganepo ini belum terungkap. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
kukang sampit kotim karhutla