SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Seorang warga Baamang Barat mengaku pernah didatangi tiga pria yang belakangan dikaitkan dengan dugaan pemerasan terhadap Ketua PWI Kotim.
Saat menemui warga tersebut, salah seorang di antaranya disebut mengaku sebagai wartawan Metro TV. Namun, pengakuan itu berubah ketika identitasnya ditanyakan kembali.
“Dia ngaku wartawan Metro TV. Tapi kata saya, saya kenal dengan wartawan Metro TV yang asli bertugas di Sampit. Eh, dia beralibi lagi Metronews TV,” ungkap A, warga Baamang Barat, Minggu (11/10/2026).
A mengatakan, ketiga pria tersebut mendatanginya pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 18.45 WIB, selepas Magrib. Kedatangan mereka disebut untuk meminta uang.
“Mereka mendatangi saya lepas Magrib dan hendak minta duit, tapi enggak saya kasih,” ujarnya.
Menurut A, ketiga pria itu sempat berdebat dengannya mengenai penyaluran elpiji. Namun, karena A merasa telah menjalankan prosedur, perdebatan tersebut tidak berlanjut. Meski demikian, mereka disebut tetap meminta uang dengan alasan bantuan.
“Minta bantuan aja katanya, tapi tetap saya tolak. Akhirnya mereka pergi,” jelasnya.
A berharap perkara yang telah menyeret dua pria ini diproses sesuai hukum. Ia juga meminta penegak hukum menindaklanjuti dugaan adanya warga lain yang mengalami kejadian serupa.
“Harapan saya diproses secara hukum dan dihukum seberat-beratnya, karena banyak korban yang mengaku telah menjadi korbannya,” harap A.
Pengakuan A ini menambah keterangan
mengenai dugaan permintaan uang oleh orang-orang yang mengaku sebagai wartawan. Meski demikian, klaim tersebut tetap perlu ditelusuri dan dikonfirmasi kepada pihak terkait agar duduk perkara serta status hukum masing-masing orang menjadi jelas. (oes)
Editor : Slamet Harmoko