Langit Ibu Kota Kalteng masih Suram Diselimuti Kabut Asap Pekat

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 21:08 WIB
Kondisi Kota Palangka Raya diselimuti asap tebal dan buruknya kualitas udara, Selasa (6/10), sehingga mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.(dodi/radarsampit)
Kondisi Kota Palangka Raya diselimuti asap tebal dan buruknya kualitas udara, Selasa (6/10), sehingga mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.(dodi/radarsampit)

 PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Kabut asap tebal masih saja menyelimuti di Kota Palangka Raya, di tengah gencarnya upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi.

Mata pedih, napas tak nyaman hingga jarak pandang yang kian terbatas menjadi keluhan warga dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut terasa semakin parah pada Selasa (6/10/2026). Udara di sejumlah wilayah kota tampak pekat. Aktivitas masyarakat pun ikut terganggu.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat, hingga saat ini terdapat 801 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.390,02 hektare. Jarak pandang bahkan sempat hanya sekitar 200 meter akibat pekatnya kabut asap.Tak hanya itu, tercatat 735 titik panas yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.

Kondisi Se Kalteng, berdasarkan data BPBD Kalteng, telah tercatat 5.038 kejadian karhutla.Wilayah dengan kejadian cukup banyak antara lain Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, Palangka Raya, Kapuas, Barito Selatan, dan Seruyan.

Kondisi itu seiring dengan rendahknya kualitas udara. Kota Kapuas berada dalam kategori tidak sehat. Sementara Palangka Raya, Barito Selatan, Murung Raya, Katingan, Gunung Mas, dan Kotawaringin Timur masuk kategori berbahaya. PM2.5 tembus angka 2.200.

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi pada parameter PM2.5. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), konsentrasi partikulat halus di sejumlah wilayah terdampak karhutla telah melampaui ambang batas 300.Bahkan pada waktu tertentu, angkanya disebut menembus lebih dari 1.000 seiring semakin pekatnya paparan asap.

Baca Juga: Kenapa Kabut Asap di Kotim Sulit Hilang? Ini Penjelasan BMKG

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, pihaknya bersama seluruh unsur Satgas Gabungan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla.

Menurut dia, pemantauan titik rawan, patroli, pemadaman, pendinginan, hingga upaya pencegahan terus dilakukan secara terpadu.Penanganan difokuskan pada titik kebakaran yang masih aktif, mencegah api meluas, serta melakukan pemantauan di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.”Gambut dan angin jadi tantangan,”sebutnya.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi juga mengatakan, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu persoalan utama.Kedalaman lapisan gambut membuat api tidak cukup hanya dipadamkan di permukaan. Bara yang berada di dalam tanah berpotensi kembali muncul ketika kondisi mendukung.

Selain itu, tiupan angin kencang turut menjadi kendala karena dapat membuat bara kembali menyala. Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran juga menjadi tantangan bagi petugas.

Kecamatan Jekan Raya tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak. Bahkan, di sejumlah lokasi, kobaran api sempat mendekati permukiman warga.

Di Jalan Merdeka, misalnya, api disebut berjarak sekitar tiga meter dari rumah warga. Titik rawan lainnya berada di kawasan Jalan Ir. Soekarno dan Jalan Tjilik Riwut Km 12.

Hendrikus juga memaparkan, berdasarkan analisis parameter cuaca Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari BMKG, tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di Kalteng saat ini berada pada kategori sangat mudah terbakar.Artinya, bahan bakar permukaan yang kering sangat mudah tersulut.

Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara terbuka.

“Untuk periode 5–8 Oktober 2026, BMKG memprakirakan sebagian wilayah mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Di sejumlah wilayah juga terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.Semoga turun hujan,”paparnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan menyiapkan pelayanan puskesmas untuk warga terdampak kabut asap.

“kita siapkan 11 Puskesmas, kemudian ada 43 Puskesmas Pembantu yang tersebar di Kota Palangka Raya,” kata Riduan.

Pihaknya juga memastikan ketersediaan obat-obatan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan selama musim karhutla.Layanan Home Care juga disiapkan. Melalui layanan tersebut, petugas puskesmas dapat mendatangi rumah warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Jika pasien memerlukan layanan, tinggal menghubungi puskesmas. Insya Allah petugas kita yang ada di puskesmas akan mendatangi, terutama para lansia dan balita,” imbuhnya.(daq/gus)

 

.

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
ibu kota kalteng suram PALANGKA RAYA kabut asap kualitas udara