
PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (19/10).
Mereka memprotes penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai belum menunjukkan keseriusan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat selama empat bulan terakhir.
Para mahasiswa mendesak pemerintah segera menetapkan karhutla di Kalteng sebagai bencana nasional.
Mereka menilai penanganan yang berlangsung selama ini belum mampu menjawab persoalan kebakaran dan dampak yang dirasakan masyarakat secara menyeluruh
"Kenapa tidak ditetapkan jadi bencana nasional? Apa nunggu banyak yang mati dulu? Pemerintah daerah kenapa diam, ini harusnya disampaikan kepada pemerintah pusat," kata Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya, Naomi Simamora.
Ia memperingatkan apabila dalam beberapa minggu ke depan pemerintah tidak menetapkan status bencana nasional sebagaimana yang mereka tuntut, aksi dengan eskalasi lebih besar akan dilakukan.
Mereka bahkan mengancam menduduki Kantor Gubernur Kalteng sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah daerah.
Massa mahasiswa menegaskan, penetapan status bencana nasional tidak boleh terus ditunda. Mereka bahkan memberikan tenggat waktu beberapa minggu ke depan kepada pemerintah agar tuntutan tersebut ditindaklanjuti secara konkret.
Mahasiswa juga meminta Gubernur Kalteng menyampaikan langsung persoalan karhutla beserta tuntutan penetapan status bencana nasional kepada pemerintah pusat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





