Sumur Warga Kering, Air Sungai Mulai Asin, Krisis Air Bersih Meluas di Wilayah Selatan Kotim

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 20:57 WIB
KRISIS AIR: Pengisian air bersih untuk disalurkan kepada warga di wilayah Selatan Kotim, Kamis (17/9/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT
KRISIS AIR: Pengisian air bersih untuk disalurkan kepada warga di wilayah Selatan Kotim, Kamis (17/9/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Krisis air bersih meluas di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kemarau panjang membuat sumur warga mengering, sementara air sungai mulai payau hingga asin akibat intrusi air laut.

Kondisi tersebut terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Utara hingga Pulau Hanaut. Warga mulai mengandalkan sisa air hujan dan membeli air dari pedagang.

Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kotim Muhamad Abdul Rasid mengatakan, pihaknya ikut membantu distribusi air bersih, terutama ke wilayah yang sulit dijangkau mobil tangki.

Baca Juga: Jalan Kuala Pembuang-Tanjung Rangas Disiapkan Jadi Jalur Strategis Ekonomi dan Penanganan Karhutla

“Sekarang masyarakat memang cukup kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur-sumur sudah banyak yang kering, kemudian air sungai juga sudah mulai payau bahkan ada yang asin karena intrusi air laut,” kata Rasid saat penyaluran air di Kecamatan Teluk Sampit, Kamis (17/9/2026).

Pemuda Tani mengerahkan lima mobil pikap yang dilengkapi tandon dan mesin pompa. Armada tersebut menyasar kawasan yang sulit dimasuki kendaraan tangki berukuran besar.

“Berkat dukungan beberapa pihak, hari ini ada lima armada yang kami operasikan untuk membantu penyaluran air bersih,” ujarnya.

Baca Juga: Malam Panjang di Rutan Palangka Raya, Sel Digeledah, Barang Berbahaya Disita, Tes Urine Digelar

Distribusi dikoordinasikan bersama camat dan kepala desa agar bantuan diprioritaskan kepada warga yang persediaan airnya sudah kritis.

Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor bersama Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra turut menyalurkan air bersih ke wilayah Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit. Pada Jumat (18/9), sekitar 60.000 liter air disalurkan secara bertahap kepada masyarakat terdampak.

Baca Juga: BNNK Kotim Siapkan Razia Gabungan, Sejumlah THM yang Rawan Peredaran Narkoba Masuk Bidikan

Halikinnor mengatakan, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan mengupayakan pembangunan jaringan pipa dari instalasi air di Sampit hingga wilayah selatan.

“Semua pipa akan kita upayakan tersambung dari instalasi di Sampit hingga ke wilayah selatan,” katanya. (yn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
intrusi air laut musim kering krisis air kemarau sumur mengering